"Jika betul ada penyerobotan seperti itu, kementerian agama diminta untuk menegakkan aturan yang semestinya. Dalam hal ini, jamaah haji yang semestinya berangkat tahun ini tidak boleh dilangkahi oleh orang lain. Dengan begitu, peruntukan kuota haji dapat diberikan sesuai dengan antrean yang adaβ," ucap Saleh Daulay saat dikonfirmasi, Senin (3/5/2015).
Menurut Saleh, dugaan penyerobotan antrean haji khusus yang kerap terjadi tiap tahun, sudah pernah ditanyakan langsung komisi VIII ke menteri agama dalam salah satu rapat di DPR. Namun menurut penjelasan Menag, hal itu tidak mungkin terjadi sebab siskohat yang ada sangat efektif dalam mendata para calon jamaah haji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saleh menuturkan, menteri agama sebetulnya sangat ketat dalam soal urusan kuota ini. Karena itu dia yakin Menag akan sungguh-sungguh menangani masalah ini. Tidak hanya dalam rapat, di dalam sambutannya pada saat rapat evaluasi pelaksanaan haji hal juga sudah disampaikan.
"Kalau menurut menteri agama, keluarga menteri sekalipun tidak bisa mengambil kuota orang lain. Karena itu sangat aneh jika masih ada saja kuota yang diserobot," tuturnya.
Tak hanya itu, Saleh mengatakan komisi VIII saja tidak berani meminta-minta jatah kuota itu. Terlebih lagi selama ini persoalan kuota haji ini selalu menjadi masalah tiap tahun.
"Soal kuota, komisi VIII Insya Allah akan aktif mengawasinya. Kami juga akan senang jika ada masyarakat yang melaporkan hal itu kepada kami. Tentu informasi itu akan segera kami tindak lanjuti kepada pihak yang berwenang di kementerian agama," tegas politisi asal Sumut itu.
β"Jadi perlu diklarifikasi dulu ke kemenag. Apakah penyerobotan itu betul atau bisa saja sistem di internetnya bermasalah," tambahnya.
(bal/van)










































