"Persiapan terus kita lakukan. Intinya adalah bahwa pertama, yang kaitannya dengan rute penerbangan ada improvement-nya, ada langsung ke Madinah. Lalu yang kaitannya dengan pemondokan di Makkah misalnya, pemusatan konsentrasi jamaah itu lebih dibuat sedemikian rupa sehingga jauh lebih efisien," kata Menag kepada detikcom, Senin (4/5/2015).
"Jadi sekadar perbandingan saja tahun lalu ada ada 11 wilayah pemusatan pemondokan, tahun ini kita sederhanakan jadi 6 wilayah," sambung Menag.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau jarak plus minus hampir sama, karena sekarang pemondokan yang dekat semakin sulit karena banyak bangunan dirobohkan karena perluasan Masjidil Haram. Bus shalawat lebih efektif karena kerja 24 jam, itu akan lebih mudah melayani 6 titik konsentrasi jamaah saja," kata Menag.
Sementara untuk di Madinah sampai saat ini Kemenag sudah melakukan akad dengan sekitar 30 persen penyedia layanan haji. "Semua berada di wilayah markaziyah," katanya.
"Jadi sampai dengan saat ini bisa disebutkan sudah ada yang kita akad sudah kontrak itu 23 hotel untuk 114 kloter. Rencananya tahun ini total keseluruhan 375 kloter," pungkasnya.
(van/nrl)











































