Pilkada Serentak 2015 Lebih Mahal, Ini Kata Tjahjo

Pilkada Serentak 2015 Lebih Mahal, Ini Kata Tjahjo

- detikNews
Senin, 04 Mei 2015 15:01 WIB
Pilkada Serentak 2015 Lebih Mahal, Ini Kata Tjahjo
Jakarta - Gelombang pertama pilkada serentak akan dimulai pada 26-28 Juli 2015 mendatang. Pesta demokrasi itu akan memakan biaya Rp 6,7 triliun untuk 269 daerah, lebih mahal bila tidak serentak. Mengapa bisa begitu?

"Pilkada serentak ini kan tujuannya untuk efektivitas dan efisiensi. Cuma efisiensi yang belum. Pilkada ini lebih mahal dibanding tidak serentak. Ini sebuah proses memilih pimpinan. Sebuah proses pilkada itu mahal," ujar Mendagri Tjahjo Kumolo di sela-sela acara rapat koordinasi persiapan pilkada serentak 2015 di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (4/5/2015).

Tjahjo menjelaskan, KPU menganggarkan dana distribusi cukup tinggi untuk sejumlah daerah yang secara geografis cukup sulit seperti Papua, Maluku, dan Maluku Utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politisi PDIP ini menjelaskan, pilkada serentak dilakukan agar siklus pemerintahan secara nasional dan daerah bisa berjalan dengan baik dan teratur. Hal ini juga harus diikuti konsolidasi parpol.

"Kalau pelantikan presiden dimulai tanggal 20 Oktober, akan sangat baik kepala daerah berakhir atau pergantiannya di bulan-bulan Oktober," kata Tjahjo.

Pertimbangan lainnya yakni penyusunan APBD dan pelaksanaan program. Lalu persiapan pertanggungjawaban pada November-Desember.

"Lima tahun ini pusat sampai daerah sama. Kalau sekarang ini kan nggak, ini terpotong-potong. Maka tahun 2027 (pemilu) serentak secara nasional," katanya.

(nik/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads