Hari Yuda (28) dan Anto (36) sudah enam kali beraksi mencuri di minimarket di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Dalam tempo 2 bulan, kedua pria ini menggondol uang belasan juta rupiah.
"Berdasarkan laporan dari Indomaret dan Alfamart, kita menangkap 2 pelaku pencurian spesialis karena untuk di wilayah Duren Sawit saja mereka sudah beraksi 6 TKP (tempat kejadian perkara). Berdasarkan laporan terakhir, mereka beraksi 29 April 2015. Selang satu minggu kita tangkap. Total Kerugian mencapai Rp 17,5 juta," ujar Kapolsek Duren Sawit, Kompol Johanes, di Polsek Duren Sawit, Senin (4/5/2015).
Polisi memamerkan barang bukti pencurian. Hari dan Anto yang mengenakan baju tahanan bertuliskan 'Tahanan Polsek Duren Sawit' berwarna biru dan celana pendek ikut dihadirkan ke publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Johanes, para pelaku sebelumnya memetakan minimarket yang menjadi target sasaran. Apabila lokasi tersebut aman maka keduanya langsung menggasak barang-barang di dalam minimarket itu.
"Mereka menyasar Indomaret dan Alfamart yang tidak buka 24 jam. Kebiasannya mereka selalu bermain dini hari setelah tokoh tutup. Modusnya rolling dor dibuka paksa dengan linggis kemudian ditutup setelah mendapat hasil jarahannya mereka langsung kabur," ungkap Johanes.
Akibat perbuatannya kedua tersangka dikenai pasal 363 KUHP ayat 2 yakni pencurian disertai pemberatan. Mereka terancam hukuman 15 tahun penjara.
Kelompok Tegal
Dalam kesempatan yang sama, Kanit Reskrim Polsek Duren Sawit, Iptu Sutikno, mengatakan Hari dan Anto diduga merupakan komplotan asal Tegal, Jawa Tengah.
"Keduanya ditangkap di rumah kontrakannya di Kampung Sumur Jakarta Timur. Mereka tidak melakukan perlawanan. Pengakuannya kelompok berasal dari Tegal," ujar Kanit Reskrim Polsek Duren Sawit, Iptu Sutikno, di sela-sela ekspose kasus pencuri spesialis minimarket oleh Kapolsek Duren Sawit, Kompol Johanes.
Menurut dia, kedua pelaku mengaku sadar dan mengetahui aksinya terekam CCTV. Para pelaku hanya mengenakan jaket kupluk agar wajah tidak bisa diidentifikasi. "Tapi ada saat titik lengah mereka yakni dalam aksi terakhirnya wajah salah satu tersangka berhasil teridentifikasi. Keduanya juga memilih Indomaret atau Alfamart secara acak," paparnya.
Sutikno mengatakan kelompok ini bisa dikatakan spesialis minimarket karena merencanakan aksinya dengan matang. "Mulai dari pengintaian sampai beraksi. Untuk mengelabui mereka sengaja menutup pintu rolling dor yang sudah dicokel setengah pintu sehingga tidak disadari oleh masyarakat," tuturnya.
Salah seorang pelaku, Anto, mengaku merampok minimarket lantaran himpitan ekonomi. Ia mengaku telah berusaha mencari pekerjaan namun tidak kunjung didapat. "Anak saya tiga, mereka masih kecil-kecil," kata Anto lirih dan tertunduk malu.
Anto telah melakoni aksi ini selama 2 bulan. Tugasnya, Anto membawa sepeda motor. "Setelah ketiga kalinya saya diajak juga ngejarah bagian dalam," paparnya.











































