Ibu asuh Dewi Anggraeni, Sriwati, mengatakan utang yang ditanggung Dewi merupakan utang yang diajukan untuk biaya perawatan almarhumah ibunda Dewi, Maryati. Sri tidak pernah memaksa gadis kecil berusia 11 tahun itu untuk mengemis.
Uang yang dipinjam itu, kata Sriwati, juga dipergunakan untuk biaya pemakaman, hingga acara tujuh hari kematian Maryati. Sriwati menyatakan tidak terima dengan pemberitaan yang menyebut jika dirinya memaksa Dewi mengemis.
"Semua berita di media itu tidak benar. Saya tidak pernah memaksa Dewi mengemis dan membantu melunasi hutangnya. Saya terima Rp 20 ribu saja dari Dewi sama sekali belum pernah," kata Sriwati kepada wartawan di Banyumas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil mengemisnya tidak sebanyak yang diberitakan, enggak ada target Rp 70 ribu apa Rp 100 ribu. Dia mengemis karena inisiatif sendiri," ujarnya.
Dia juga mengatakan bahwa semua utang Dewi Anggraeni sudah dilunasi oleh Kepala Dinas Sosial, Camat dan Lurah setempat secara patungan senilai Rp 3 juta, Sriwati juga tidak keberatan jika Dewi diasuh oleh Yayasan Sri Rahayu yang dikelola oleh Musaffa.
"Saya tidak nggendoli, silakan kalau mau dibawa dan diasuh Pak Mustofa (Musaffa). Kemarin (Sabtu) semua utang sudah lunas dibayarkan Pak Lurah. Sudah tidak ada tanggungan," kata Sriwati.
Sementara Dewi pada Senin (4/5/2015) masih dirawat di Rumah Singgah Sri Rahayu. Rumah singgah tersebut selama ini bergerak di bidang sosial, dan lebih ke arah pemberdayaan anak-anak jalanan dengan mengajarkan kesenian dan kerohanian atau Taman Pendidikan Quran (TPQ).
Dalam waktu dekat rencananya Dewi akan dibawa ke Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA) 'Satria' di Baturaden, karena di sana terdapat Rumah Sosial Perlindungan Anak (RSPA) yang sementara akan merawat Dewi. Satu hingga dua bulan setelah itu Dewi akan dicarikan orang tua asuh yang nantinya akan merawat Dewi hingga dewasa.
(arb/rul)










































