"KKS dipakai untuk yang produktif. Jangan untuk beli pulsa HP. Kalau ada yang ketahuan, tahun berikutnya nggak diberi, dicabut," ujar Jokowi di Balai Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, Senin (4/5/2015).
Jokowi secara simbolis memberikan langsung KIS, KIP, dan KKS kepada sejumlah warga. Hadir di lokasi ini Ibu Negara Iriana, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menkes Nila Djuwita F Moeloek, dan Mendikbud Anies Baswedan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak mau rakyat karena pakai KIS, tidak dilayani dengan baik. Ini bayar lho, negara yang membayar, bukan gratisan," kata Jokowi.
Jokowi mengakui masih ada pelayanan yang tak baik kepada penerima KIS.
"Tapi saya tidak menutup mata, memang masih ada pelayanan yang belum baik. Ini akan diperbaiki Bu Menkes," imbuhnya.
"Kalau tidak dilayani dengan baik oleh dokter dan perawatnya, tolong dilaporkan ke Menteri Kesehatan. Tapi jika belum mempan, baru ke Presiden," tutur Jokowi.
Dalam kesempatan yang sama, Puan menyampaikan bahwa khusus untuk Sleman, akan diberikan 1.216 KIP, 4.415 KIS, dan 1.806 KKS. "Kami harap bisa masyarakat bisa memanfaatkannya dan ketika mencairkan, tidak ada kendala di lapangan," kata Puan.
(sip/try)











































