Tim BNPB Ingin RS Darurat Indonesia Ada di Satungal Nepal

Laporan dari Kathmandu

Tim BNPB Ingin RS Darurat Indonesia Ada di Satungal Nepal

- detikNews
Senin, 04 Mei 2015 11:25 WIB
Kathmandu -

Tim BNPB yang hendak membangun rumah sakit darurat berupa tenda di Nepal. Lokasi di salah satu distrik di Kathmandu, Nepal diharapkan dapat menjadi tempat pembangunan rumah sakit ini.

"Untuk rumah sakit, sudah melakukan observasi lapangan dan assessment oleh 2 tim. Hasilnya dimintakan referensi rumah sakit di mana lokasi yang layak dibuka," kata Direktur Tanggap Bencana BNPB, Junjungan Tambunan.

Junjungan menyampaikan hal ini di Posko Indonesia untuk Nepal di Kathmandu Guest House, Nepal, Senin (4/5/2015). Ia menambahkan lokasi yang ditemukan tim assessment adalah sebuah desa di Kathmandu, Satungal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Satungal sekitar 45 menit dari posko, kapasitas membuka RS darurat itu sangat memungkinkan dari jumlah penduduk 10 ribu orang," ujar Junjungan.

Korban gempa di lokasi tersebut diketahui mencapai 251 orang yang luka-luka. Namun belum tertangani secara medis, sementara 52 orang di antaranya mengalami patah tulang dan telah direkomendasikan ke rumah sakit lokal belum tertangani optimal.

"Kita mungkin akan ke sana dan mematangkan ke pemerintah Nepal untuk lokasi yang dimaksud," ucap Junjungan.

‎Ditambahkan Junjungan, tim tak hanya fokus pada penanganan medis patah tulang. Tapi juga perawatan dan pelayanan kesehatan karena bantuan gempa yang ada di lokasi itu masih belum maksimal.

"Masyarakat di situ tinggal pada posisi-posisi space yang terbatas, tenda terbatas, obat-obatan terbatas, semua terbatas," ucap Junjungan.

Selain Satungal, tim juga memproyeksikan membangun rumah sakit darurat di Bhaktapur, Nepal. Akan tetapi di lokasi yang banyak gedung dan rumah runtuhnya tersebut telah ada klinik darurat dari pemerintah Spanyol.

"Di Bhaktapur sudah ada klinik dari Spanyol, sehingga lokasi itu hanya jadi alternatif. Kita juga berencana membangun satu tenda untuk sekolah darurat hari ini karena gedung sekolah sudah tidak layak. Jadi kita siapkan 1 tenda atas permintaan langsung kepala sekolah di Nepal," imbuh Junjungan.

Tenda untuk sekolah darurat itu ditempatkan di Balaju, Kathmandu, Nepal. Lokasi yang sama ketika tim mendirikan sekolah darurat pada Minggu (3/5) kemarin.

Gempa berkekuatan 7,8 SR yang mengguncang Nepal pada 10 hari lalu menimbulkan korban jiwa hingga lebih dari 7.000 orang. Sementara korban luka-luka dan pengungsi terus bertambah mencapai lebih dari 150 ribu orang.



(vid/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads