"Tim medis Indonesia laporannya sudah ada 9 orang yang ditangani secara khusus dan darurat. 8 Dewasa, 1 anak-anak dan di antaranya 3 orang dioperasi oleh dr Kustandi," kata Direktur Tanggap Bencana BNPB, Junjungan Tambunan.
Junjungan menyampaikan hal ini di Posko Indonesia untuk Nepal di Kathmandu Guest House, Nepal, Senin (4/5/2015). Ia juga menambahkan tim dokter akan menangani operasi patah tulang duduk, patah sendi dan patah tulang belakang.
"Sakit tulang belakang dilakukan penanganan sampai 2 kali, lain-lainnya menangani di bangsal ada 30 pasien. Tak cuma penanganan luka-luka tapi juga trauma healing, karena keterbatasan di RS itu," ujar Junjungan.
Salah satu dokter yang memulai operasi terhadap seorang warga negara Nepal korban gempa adalah dr Meiky. Junjungan menambahkan, logistik medis dari pemerintah Indonesia cukup untuk 5 hingga 6 hari dengan pasien 9-10 orang per hari.
"Ini juga sudah diingatkan ke kita semua, jika ada kebutuhan mendesak bisa diinformasikan kepada kami," ucap Junjungan.
(vid/mok)











































