Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengklaim bahwa dalam mengambil keputusan, baik meyangkut PPP maupun Golkar tidak ada unsur keberpihakan. "Kami tidak berpihak pada apapun dan kubu mana pun," kata Yasonna saat rapat koordinasi persiapan pemilihan kepala daerah serentak di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (4/5/2015).
Terkait konflik Partai Golkar, Yasonna menyebut bahwa keputusan yang diambil didasarkan atas hasil sidang Mahkamah Partai tersebut. "Semua keputusan berdasarkan pada Mahkamah Partai Golkar sebagai jalan kepengurusan yang mengikat," kata Yasonna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia berharap konflik internal dua partai tersebut bisa diselesaikan sebelum dimulainya pendaftaran calon kepala daerah pada 26-28 Juli 2015.
Harapan serupa juga disampaikan oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamananan Tedjo Edhy Purdijatno. "Pada tahap Pengadilan TUN dan kita berharap Partai Golkar dalam pengadilan TUN tingkat pertama ada putusan sela," kata Tedjo dalam kesempatan yang sama.
Menteri Tedjo juga berharap partai bisa segera menyelesaikan konflik internal sebelum pendaftaran calon kepala daerah dimulai.
(erd/nrl)










































