Seiring dengan rengangnya hubungan antara Polri dan KPK, tak jarang kedua pihak terlibat perang statement. Miss koordinasi juga kerap terjadi.
Namun kini hal itu, disepakati supaya tidak terjadi lagi. "Ada poin penting yang menurut saya mengenai hubungan KPK dan Polri, kita ingin membangun cara berkomunikasi yang baru," ujar Plt pimpinan KPK Johan Budi di Jakarta, Senin (4/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan itu tidak hanya membahas mengenai penangkapan Novel Baswedan -- yang akhirnya tidak ditahan dan dikembalikan ke KPK--, namun juga membahas mengenai hubungan dua lembaga penegak hukum itu.
"Dalam pertemuan itu banyak hal dibahas tidak hanya perkaranya. Bagaimana membangun sinergi di bidang pencegahan dan penindakan, ini poin yang paling penting," kata Johan.
Senada dengan Johan, Kapolri Jenderal Badrodin juga menyampaikan hal yang sama. Jenderal bintang empat itu menginginkan Polri dan KPK semakin erat dalam melakukan kerjasama.
"Dibicarakan bagaimana meningkatkan kinerja di bidang tindak pidana korupsi ini yang kita bicarakan antara polri dengan pimpinan KPK. Sehingga nantinya bersinergi di dalam upaya penanggulangan tindak pidana korupsi baik itu pencegahan dan penindakan," kata Badrodin.
Salah satu bukti nyata cara komunikasi baru ini adalah Polri harus melakukan komunikasi dengan KPK dulu ketika akan memanggil Novel yang bersatus sebagai tersangka kasus penganiayaan pencuri sarang burung walet.
(fjp/ndr)










































