Hingga saat ini, masih ada saja pemilik supercar Lamborghini yang tak memiliki kelengkapan kendaraan lengkap, salah satunya tak memasang pelat nomor di bagian depan dan belakang. Padahal, landasan hukum yang mewajibkan semua pemilik kendaraan bermotor untuk memasang pelat nomor di bagian depan dan belakang sudah sangat jelas.
Namun, ada saja alasan yang dipakai para orang kaya pemilik Lamborghini untuk tak memasang pelat nomor di bagian depan kendaraan mewahnya.
Salah satu peraturan yang mengatur soal kewajiban pemasangan pelat nomor di bagian depan dan belakang kendaraan adalah Peraturan Kapolri nomor 5 Tahun 2012 Tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor. Secara jelas, dalam Perkap itu diatur mengenai tata cara pemasangan pelat nomor sebagai bagian dari identitas kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak sampai disitu, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono โmenyitir UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada Pasal 68 ayat (1).
"Pasal 68 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap kendaraan bermotor yang dioperasionalkan di jalan wajib dilengkapi dengan STNK dan TNKB (pelat nomor)," terangnya melalui BlackBerry Messenger kepada detikcom, Minggu (3/5/2015).
"Ketentuannya seperti itu, peraturan di negara kita mewajibkan menggunakan nopol depan belakang. Tetapi dari pabriknya tidak menyediakan tempat untuk nopol di depannya," imbuh Hindarsono.
Namun nyatanya, masih banyak pengendara Lamborghini yang tak memasang pelat nomor di bagian depan kendaraannya. Mereka beralasan bahwa pihak pabrikan tak menyediakan tempat untuk dipasangkan pelat nomor di bagian depan kendaraan.
Seperti yang terlihat dalam konvoi di bawah kawalan polisi pada Minggu (3/4) pagi, hanya 2 mobil yang memasang pelat depan dan belakang dengan lengkap. Yaitu Lamborghini warna hitam dengan nopol B 1 HKD dan Lamborghini kuning B 900 MC. Sedangkan 7 mobil lainnya hanya memasang pelat belakang saja.
Presiden Lamborghini Club Indonesia Lal De Silva menyebut bahwa pemasangan pelat nopol di bagian depan mobil sulit dilakukan. "Yang depannya nggak ada (pelat nopol), belakang ada. Karena depannya nggak ada tempatnya," ujarnya.
(kha/kha)











































