Buku jilid pertama yang diterbitkan Solusi Publishing ini mengungkap kearifan lokal soal leadership. Menurut Anton, Indonesia memiliki sejarah panjang berkaitan sosok atau tokoh legendaris yang sukses melakoni prinsip dan nilai leadership. Sejumlah tokoh yang dibahas Anton antara lain Prabu Siliwangi, Patih Gadjah Mada dan Ki Hadjar Dewantoro.
"Terbukti ajaran mereka mampu menyejahterakan rakyat di masanya. Bahkan ajaran kepemimpinannya masih sangat aktual untuk diterapkan di abad modern ini," ucap Anton usai peluncuran buku 'Master Leadership' di Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana, Minggu (3/5/2015).
Jenderal polisi bintang dua ini yakin bahwa daerah-daerah Nusantara memiliki benih dan mutiara kearifan lokal. Keberadaan mereka, sambung Anton, perlu digali serta diangkat ke hadapan publik sehingga menjadi inspirasi dan motivasi dalam konsep kepemimpinan.
Prinsip-prinsip leadership para tokoh Nusantara, menurut Anton, justru lebih cocok dipraktikkan atau diterapkan di negeri sendiri. "Sehingga nanti kita punya konsep kepemimpinan utuh dari nusantara yang menjadi kiblat kepemimpinan dunia. Kita tidak perlu selalu berkiblat ke pemikir Barat soal kepemimpinan," ujar lelaki kelahiran di Tasikmalaya, Jawa Barat, 29 November 1960 ini.
Anton gemar menulis sejak masa SMA. Dia sempat pula mengelola majalah dinding di sekolahnya. Semenjak menapaki karier sebagai polisi, dia melahirkan sejumlah buku yang antara lain 'Setetes Embun' dan 'Kearifan Lokal Kampung Naga'.
Mantan Kapolres Priangan ini mendorong polisi di Indonesia untuk menyempatkan diri menyampaikan pesan dan menelurkan ide melalui karya tulis. "Minimal kalau sudah bisa menulis, terus pensiun, saya kan bisa melamar jadi wartawan," ucap Anton sambil tertawa.
(bbn/nrl)











































