WN Swedia Beri Petunjuk Baru Bagi Pencarian WNI di Nepal

Laporan dari Kathmandu

WN Swedia Beri Petunjuk Baru Bagi Pencarian WNI di Nepal

- detikNews
Minggu, 03 Mei 2015 16:21 WIB
WN Swedia Beri Petunjuk Baru Bagi Pencarian WNI di Nepal
Kathmandu - Tim gabungan pencarian dan evakuasi WNI di Nepal yang terdiri dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), TNI AU, Taruna Hiking Club (THC), dan BNPB terus melakukan penyisiran. Dari 31 WNI yang menetap di Nepal, tinggal 1 WNI yang belum dapat dihubungi.

"WNI kemarin ini masih ada 2 orang yang tak bisa dihubungi, sekarang tinggal 1 dari 31 orang. Jadi setiap hari ada pergerakkan maju," ujar Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh merangkap Nepal Iwan Winata Atmaja di Kathmandu Guest House, Thamel, Nepal, Minggu (3/5/2015).

Kemudian dari 8 WNI yang berkunjung ke Nepal, kini tinggal 5 orang yang belum bisa dihubungi. Komandan Tim Evakuasi di Nepal, Letkol Pnb. Indan Gilang yang hadir dalam konferensi pers mengatakan, ada petunjuk baru dari ketiga WNI yang diduga hilang di daerah Langtang setelah Nepal diguncang gempa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Astrid Bach, seorang warga negara Swedia mengaku melihat wajah ketiga WNI sebelum dirinya bertolak ke negaranya. Menurut pengakuan Astrid saat ditelepon oleh Tim HTC Benjamin Setiabudi, dirinya bertemu Kadek Andana, Alma Parahita, Jeroen Hehuwat di daerah Dhunce.

"Menurut pengakuannya (Astrid Bach) juga, ketiga WNI itu akan menginap di Hotel Everest, di ketinggian 3.352 meter di atas permukaan laut. 24 April itu mereka menginap satu malam lagi di Langtang," lanjutnya.

Letkol Indan juga menambahkan bahwa keterangan dari Astrid ini bisa dipercaya, karena menurut penuturannya, ia sudah cukup dekat. Astrid sampai tahu kalau Alma makan sup saat di hotel.

"Saat kita lakukan pengamatan dari udara, kondisi Hotel Everest tuh rusak parah. Tapi saya gak bisa berspekulasi," tuturnya.

Menurut Indan, ketiga WNI tersebut diperkirakan sedang melakukan survival di daerah Langtang. Di area sekitar Hotel Everest, tim SAR setempat menemukan 40 jenazah, terdiri dari 37 warga lokal dan 3 turis asing.

"Salah satu jenazah dari WNA itu ada yang dari Malaysia, tadi kami bertemu dengan pacarnya. Namun kami tak menemukan WNI di sana," Benjamin Setiabudi menambahkan.

(nal/nal)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads