Kelilingi Kathmandu, Anggota Tim BNPB Bahas Struktur Bangunan Setempat

Laporan dari Nepal

Kelilingi Kathmandu, Anggota Tim BNPB Bahas Struktur Bangunan Setempat

- detikNews
Sabtu, 02 Mei 2015 16:28 WIB
Kelilingi Kathmandu, Anggota Tim BNPB Bahas Struktur Bangunan Setempat
(detikcom/David)
Kathmandu - Tim BNPB masih mengupayakan lokasi untuk membangun rumah sakit tenda dengan berkoordinasi kepada pemerintah Nepal dan PBB. Sambil menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian Kesehatan Nepal, tim mencoba melihat kerusakan ibukota Nepal tersebut.

Tim memutuskan untuk melihat menara Dharahara di Durbar Square, Khatmandu, Nepal, Sabtu (2/5/2015). Lokasi yang berada di jantung kota itu rupanya tetap ramai di akhir pekan. Banyak warga setempat dan sejumlah turis asing melihat reruntuhan menara berlantai 7 tersebut. Namun area menara disterilkan oleh pihak keamanan setempat dengan memasang tali merah.

Ratusan pengunjung silih berganti mendekati batas tali itu walau terik matahari menyinari. Tak ketinggalan tim BNPB juga ingin mengabadikan runtuhnya menara tersebut yang menimpa rumah warga setempat yang berada di dekatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah mobil yang diduga tertimpa tiang listrik masih dibiarkan begitu saja di sudut menara itu. Debu-debu berterbangan mengharuskan para pengunjung mengenakan masker, debu itu berasal dari pekerja setempat yang mengevakuasi puing bangunan yang runtuh.

Tim lalu memutuskan untuk melihat dampak gempa terhadap kompleks kuil eksotik di Durbar Square, Hanumandhoka. Bangunan yang dalam bahasa Indonesia berarti Gerbang Hanoman itu terdiri atas lima gedung, namun hanya tiga gedung yang terkena dampak gempa dan salah satunya mengalami kerusakan parah.

Kompleks kuil yang dibangun pada pertengahan abad ke-16 itu tetap dibuka untuk pengunjung. Namun saat tim tiba, kompleks itu ditutup karena sedang dilakukan upaya evakuasi puing bangunan.

Sepanjang perjalanan tersebut, tim melihat puluhan hingga ratusan tenda pengungsi di sekitar Durbar Square. Tenda-tenda itu dihuni oleh penduduk sekitar yang kehilangan tempat tinggalnya atau khawatir tempat tinggalnya runtuh sewaktu-waktu.

"Jadi ini (rumah penduduk) kayaknya tidak ada tulangnya (pondasi). Cuma bata saja disusun-susun tanpa tulang. Kena gempa besar, ya rawan," kata salah satu anggota tim.

"Candi-candi zaman dulu ada pondasinya nggak? Tapi sudah ada berapa gempa nggak runtuh-runtuh," ucap anggota tim lainnya.

Entah berpondasi atau tidak, namun gempa berkekuatan 7,9 SR yang mengguncang Nepal sekitar seminggu lalu telah menewaskan 6.621 orang dan melukai 14.357 orang lainnya. Gempa itu juga menyebabkan 160.786 rumah hancur dan 143.673 lainnya rusak.

Perwakilan PBB di Kathmandu (UN OCHA) mencatat ada 2,8 juta orang yang diperkirakan mengungsi dan lebih dari 3,5 juta orang membutuhkan bantuan makanan dan air bersih. Tim BNPB tersebut hendak membangun rumah sakit tenda untuk membantu masyarakat Nepal yang kesulitan akses kesehatan.

(vid/nvc)


Berita Terkait