2 Nelayan Aceh 3 Hari Terombang-ambing di Pulau Rondo

2 Nelayan Aceh 3 Hari Terombang-ambing di Pulau Rondo

- detikNews
Sabtu, 02 Mei 2015 13:55 WIB
2 Nelayan Aceh 3 Hari Terombang-ambing di Pulau Rondo
Agus/detikcom
Banda Aceh, - Dua nelayan Aceh yang terombang-ambing di perairan atas Pulau Rondo selama tiga hari berhasil dievakuasi TNI Angkatan Laut. Evakuasi dilakukan setelah Basarnas dan TNI AL mendapat informasi dari kapal perang Turki TCG F 495 Gendiz yang tengah berlayar menuju Jepang.

Nelayan yang berasal dari Ulee Lheue, Banda Aceh, itu bernama Muhammad Rafi (19) dan Irfandi (30). Keduanya dievakuasi dengan KRI Tjiptadi - 381 yang sedang berada di Lanal Sabang. Kedua nelayan dan tim evakuasi tiba di Sabang sekitar pukul 01.15 WIB dinihari, Sabtu (2/5/2015). Nelayan yang melaut dengan menggunakan perahu kecil ini mengaku sudah tiga hari terombang-ambing di laut karena mengalami kerusakan mesin.

"Sudah berhasil kita evakuasi ke Sabang tadi malam menggunakan KRI Tjiptadi," kata Komandan Lanal Sabang, Kolonel Laut (P) Sujatmiko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pangkalan TNI AL Sabang mendapat informasi tentang adanya nelayan terdampar dari Pasintel Lanal Sabang Mayor Laut (T) Muhammad Akabar, pada Jumat (1/5/2015) sekitar pukul 16.45 WIB. Informasi itu awalnya diterima dari Kapal Perang Turki yang sedang berlayar menuju Jepang.

Saat itu Kapal Perang Turki melihat dua nelayan melambaikan tangan ke arah mereka. Namun karena perahu tersebut masih berada di wilayah Indonesia, kapal Turki tidak berani memberikan pertolongan sehingga hanya dilapor ke Basarnas di Banda Aceh.

TNI AL yang mendapatkan informasi ini kemudian berkoordinasi dengan Satgas Indindo - 25/15 yang saat ini onboard di Kri Tjiptadi - 381 untuk melakukan evakuasi. Kedua nelayan yang berangkat melaut pada 28 April dari pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, ini berhasil diselamatkan dari perairan atas Pulau Rondo.

"Ini bentuk respons cepat TNI AL dalam menjaga kedaulatan NKRI dan pelaksanaan operasi militer selain perang dengan melaksanakan bantuan SAR kepada nelayan Aceh yang mengalami permasalahan di laut Aceh," kata Sujatmiko.

(nik/nik)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads