"Saya langsung bicara dengan keluarga besar. Ini biasa kok, tidak ada yang luar biasa. Dalam setiap perjuangan, pasti ada masalah kayak begini. Bukan berarti langsung cengeng," kata sepupu Novel, Anies Baswedan di Gedung Kemendikbud, Sudirman, Jaksel, Sabtu (2/5/2015).
Anies yang merupakan Mendikbud di Kabinet Kerja ini sudah berkomunikasi secara intensif dengan keluarga besar sejak Novel ditangkap pada Jumat (1/5) dini hari. Ada pesan-pesan tertentu yang ia sampaikan ke keluarga, namun enggan ia buka ke publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami semua mengatakan bahwa yang kami punya ini hanya nama baik kok. Orangtua kita turut bangun republik ini dan kita ingin jaga republik ini. Republik ini kaya raya hanya saja karena korupsi jadi banyak masalah," ucap mantan rektor Universitas Paramadina ini.
Novel ditangkap Bareskrim Polri pada Jumat (1/5) dini hari di rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Novel djerat dengan kasus penganiayaan berat dan pembunuhan saat dia menjabat sebagai Kasatserse Polres Bengkulu tahun 2004.
Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan agar Novel tidak ditahan. Namun, setelah lebih dari 1x24 jam setelah penahanan, Novel saat in masih di Bengkulu untuk rekonstruksi.
(imk/rvk)










































