Suasana Jalan Thamel 6 Hari Setelah Diguncang Gempa Dahsyat

Laporan dari Khatmandu

Suasana Jalan Thamel 6 Hari Setelah Diguncang Gempa Dahsyat

- detikNews
Jumat, 01 Mei 2015 17:36 WIB
Suasana Jalan Thamel 6 Hari Setelah Diguncang Gempa Dahsyat
Kathmandu - Kota Thamel yang merupakan surga bagi turis di Kathmandu, Nepal, mulai berdenyut setelah 6 hari diguncang gempa dahsyat 7,9 SR. Lorong-lorong di area pusat turis ramai dilalui para pendaki yang hendak menaklukkan Gunung Everest. Toko-toko yang menawarkan alat pendakian sudah mulai buka kembali.


Meskipun sebagian besar restoran masih terlihat tutup, namun tak sulit untuk mencari makanan di sini. Demikian pantauan detikcom yang berada di Nepal bersama Kemlu dalam rangka penyerahan bantuan Indonesia kepada korban gempa, Jumat (1/5/2015).


Daerah lain disekitar Kathmandu pun sudah mulai terlihat banyak masyarakat yang beraktivitas normal. Bunyi klakson mobil dan ngebutnya motor-motor di jalan yang sempit menandakan kota ini mulai pulih setelah dihajar gempa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rupta Chandra, pemilik toko yang menjual berbagai macam patung dan topeng yang membuka tokonya kembali setelah 4 hari tutup. Saat ditemui detikcom di tokonya, ia sedang bersantai sambil menikmati padatnya jalanan Thamel.

"Namaste! Silakan masuk. Anda cari apa?" ujar Rupta Chandra ramah di Jl Thamel, Kathmandu.

Dengan diiringi lagu bernuansa India dan bau semerbak dari dupa yang dibakar, ia menjelaskan kesaksiannya saat gempa itu terjadi. Saat itu, pria berumur 68 tahun ini sedang beraktivitas seperti biasa, menunggu dan menjual barang dagangannya.

Hingga akhirnya ia merasakan getaran dan melihat patung serta topeng yang ia gantung bergoyang ke kanan dan ke kiri. Ia kemudian keluar toko dan melihat banyak orang berlarian dengan muka panik.

"Gempanya cukup hebat. Saya pun menjadi pusing ketika gempa," lanjutnya sambil membereskan uang yang ada di dompetnya.

Walau masyarakat sudah beraktivitas normal, namun masih banyak terlihat di jalan-jalan warga yang menggunakan masker untuk menghindari debu. Meskipun suhu udara mencapai 16 derajat Celcius namun udara terasa kering.

(nrl/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads