Fadil menuturkan, foto dirinya tengah berpose di atas kursi KAA tersebut diambil saat berfoto di Jalan Asia Afrika beberapa hari sebelum acara puncak tanggal 24 April.
"Waktu itu saya spontan saja bergaya di atas kursi," ujar Fadil saat ditemui di Pendopo Kota Bandung Jalan Dalem Kaum, Jumat (1/5/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kena imbas. Ada yang mengangkat lalu memention saya," katanya.
Akibatnya Fadil pun banyak diserang oleh netizen dengan berbagai cacian dan hinaan. Fadil pun sadar, kabur dalam masalah ini bukanlah solusi. Karena ia pun sadar telah melakukan kesalahan meski ia tak berniat merusak saat berpose di atas kursi tersebut.
"Mau tutup akun atau kabur juga kan tapi kan enggak menyelesaikan masalah," tutur Fadil.
Namun ia mengaku tak mudah untuk menemui Ridwan Kamil untuk meminta maaf. Sehingga ia pun kemudian berinisiatif untuk menulis surat dan mempostingnya di instagram.
"Saya yakin surat itu akan sampai ke Kang Emil lewat media sosial," katanya.
Hingga kemudian Emil, begitu Ridwan Kamil akrab disapa merespons dan meminta Fadil untuk datang untuk menerima hukuman. Bentuk hukumannya yaitu push up sebanyak 60 kali serta mengepel trotoar di Jalan Braga.
"Saya tidak keberatan dengan hukumannya. Saya terima," ucap Fadil.
Ia berharap, kejadian yang dialaminya itu bisa jadi pelajaran bagi warga lainnya. "Untuk anak muda yang suka foto-foto, lebih kreatif tapi hati-hati jangan merusak. Semoga ini bisa jadi pengingat," tuturnya.
Kini, Fadil menerima banyak pujian atas sikapnya yang dinilai gentle, berani mengakui kesalahan dan menerima serta menjalankan hukuman dengan baik. Namun Fadil mengaku hingga saat ini masih saja ada yang membully dirinya di sosial media.
(tya/ndr)











































