Korban Tewas di Lereng Gunung Everest Tidak Sampai 20 Orang

Korban Tewas di Lereng Gunung Everest Tidak Sampai 20 Orang

- detikNews
Jumat, 01 Mei 2015 11:48 WIB
Korban Tewas di Lereng Gunung Everest Tidak Sampai 20 Orang
Dokter Vita, Foto: Yudhistira detikcom
Kathmandu, - Pembawa barang atau porter, menjadi orang yang paling banyak terkena dampak gempa dari puncak Gunung Everest dibanding para pendaki. Hal itu diungkapkan oleh Cecilia Enny Yashita Aprijanti atau biasa disapa Vita di Pos Evakuasi dan Penyelamatan WNI di Kathmandu, Nepal.

"Rata-rata malah yang cedera itu bukan pendaki gunung, namun porter yang bawa barang itu. Karena satu pendaki dua porter. Dan biasanya porter kan duluan jalan," ujar Vita saat berbincang dengan detikcom, Jum'at (1/5/2015).

Vita juga menambahkan bahwa rata-rata korban yang tewas itu diakibatkan karena longsoran salju yang cukup tebal dan akhirnya menimbun para pendaki dan porter tersebut. Menurut Vita, korban tewas yang ada di lereng Gunung Everest tidak mencapai 20 orang seperti yang diberitakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gak, gak sampai 20 orang. Tapi yang patah tulang banyak sekali," lanjutnya.

Ia juga bersyukur bahwa tidak mengikuti ajakan untuk naik ke Kala Pattar, bukit di daerah Pumori yang menjadi favorit para pendaki. Ia tak tahu lagi apabila tetap ikut untuk naik ke Kala Pattar.

"Kalau tim kita ikut ke Kala Pattar kami mungkin kegulung," ucapnya.

Vita berada di Nepal untuk mendampingi 4 orang yang berprofesi sebagai Dokter dari alumni kelompok Mapadok (Mahasiswa Pecinta Alam Kedokteran) Universitas Sultan Agung, Semarang yang akan naik ke Everest Base Camp. 4 Dokter itu bernama Meinard Mastoer, Prabudi, Eko Prasetyo, dan Achmad Novel.

(van/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads