Di jalan Malioboro tepatnya didepan DPRD DIY, ribuan buruh menggunakan badan jalan Malioboro untuk berunjukrasa. Mereka juga melakukan aksi duduk di jalan Malioboro. Arus lalulintas pun dialihkan ke jalur lambat dan jalur lain. Sehingga arus lalulintas tersendat.
Massa mengibarkan berbagai bendera organisasi masing-masing. Poster-poster juga dibentangkan, diantaranya bertuliskan "Selamat Hari Buruh, Bebaskan Novel Baswedan (pekerja penyidik KPK yang ditangkap Bareskrim)," "Jangan Rampas Hak Kami," "Cuti Haid Perempuan Tanpa Syarat," dan lain-lain.
Aksi buruh ini mendapat penjagaan ketat dari Brimob. Karena didalam area DPRD juga digelar peringatan hari buruh dari kelompok lain. Personil Brimob dan Polwan membuat barikade di depan pintu masuk DPRD DIY. Setiap yang akan masuk DPRD dtanyai petugas.
Buruh yang tergabung dalam Gerakan Rakyat ini menyatakan tuntutan diantaranya, upah layak bagi pekerja, hapus sistem kerja outsoucing, tolak kenaikan BBM, turun harga pangan, dan lain-lain.
"Berikan hak cuti melahirkan selama 6 bulan, penuhi hak menyusui bagi perempuan pekerja," kata Fransiska Maria, dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia, di jalan Malioboro.
Aksi kemudian dilanjutkan ke Titik Nol Kilometer Yogyakarta dengan longmarch. Aksi buruh ini mendapatkan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.
(ndr/mad)











































