"Secara resmi kami sampaikan nota diplomatik kepada pemerintah Chile," ujar Dubes RI untuk Santiago, Philemon Arobaya saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (30/4/2015).
KBRI juga meminta perlindungan kepada kepolisian setempat untuk mengamankan aset, para staf KBRI dan WNI yang berada di Santiago terkait aksi vandalisme tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa vandalisme itu sudah terjadi sebanyak tiga kali. Peristiwa pertama terjadi pada 4 Maret 2015. Peristiwa kedua terjadi pada 28 April 2015 sekitar pukul 17.07 waktu setempat. Para pelaku mencorat-coret pagar KBRI sepanjang 50 meter tersebut.
Para pelaku vandalisme tersebut menulis Asesinos (pembunuh), Pais de asesinos (negara orang-orang pembunuh) dan murderers (pembunuh).
Peristiwa ketiga terjadi pada 29 April 2015 sekitar pukul 23.17 waktu setempat. Mereka menulis Indonesia ejecuta seres humanos (Indonesia mengeksekusi manusia) dan Indonesia mata (Indonesia membunuh).
(mpr/ndr)










































