"Kemarin tim pertama 30 orang, sekarang 33 orang jadi total 63 orang. Kalau nanti pemerintah sana meminta (bantuan) lagi, kita tambah saja. Ini perintah Presiden kita, Pak Jokowi," kata Sekretaris Utama BNPB Dodi Ruswandi di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jumat (1/5/2015).
Tim terdiri dari unsur BNPB, TNI, dokter-dokter, MMC Muhammadiyah, PMI dan sejumlah kementerian terkait. Mereka akan ditugaskan selama 2 pekan dengan membantu masyarakat Nepal melalui rumah sakit darurat dan bantuan logistik lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dodi, kendala-kendala yang akan dihadapi tim di Kathmandu adalah transportasi dan perbedaan budaya. Walau begitu ia optimistis tim dapat membantu masyarakat Nepal secara optimal karena difasilitasi jasa penterjemah lokal dari KBRI Dhaka.
"Yang menariknya, ini semua sektor ada dari pemerintah, TNI, pengusaha, civil society dan masyarakat. Kita nantinya juga bergabung dengan tim dari negara asing di bawah koordinasi PBB," ucap Dodi.
Tim masih menunggu pesawat Airbus A330 dari Garuda Indonesia untuk selesai proses kargo. Hal ini karena tim membawa banyak barang berupa selimut, obat-obatan, tenda, dan peralatan medis.
(vid/ndr)











































