"Hari ini dibatalkan keberangkatan jenazahnya. Karena ada beberapa alasan yang tidak bisa diungkapkan. Keluarga dan pengacara nggak ada di dalam, yang hanya seorang perwakilan kedutaan Australia," jelas seorang penjaga di Rumah Persemayaman Abadi, Kamis (30/4/2015) sore ini.
Pantauan detikcom, ruangan tempat peti mati jasad duo Bali Nine itu tak terlihat dari depan. Ada beberapa penjaga yang menjaga jalan masuk menuju ruang persemayaman jasad Duo Bali Nine itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut informasi yang diperoleh media Australia, ABC, kedua mayat tersebut diperkirakan akan diterbangkan ke Australia di akhir pekan. Namun sejauh ini belum ada kepastian waktu baik dari pihak keluarga maupun dari pemerintah Australia dan Indonesia.
Sementara itu Pendeta Rob Buckingham, yang istrinya Christie Buckingham menjadi rohaniwati untuk Sukumaran di saat-saat terakhir, kepada ABC mengungkapkan duo Bali Nine terus berdoa menjelang pelaksanaan eksekusi.
Baik Christie Buckingham maupun Major David Soper yang merupakan rohaniwan untuk Andrew Chan, tidak melihat langsung pelaksanaan eksekusi tersebut. "Namun keduanya berada di sekitar lokasi," ungkap Rob Buckingham.
"Christie melewati malam terakhir bersama Sukumaran sampai saat terakhir dia dibawa bersama yang lainnya untuk dieksekusi,' kata Pendeta Rob Buckingham.
Pendeta Buckingham yang mendapat informasi dari istrinya mengatakan bahwa Sukumaran dengan tegas menolak untuk mengenakan penutup mata. "Saya ingin menatap mata penembak saya," demikian dikatakan Sukumaran seperti dikutip Rob Buckingham.
(nwk/nrl)










































