Dirut PT Transportasi Jakarta A.N.S Kosasih mengatakan standar pengaturan bus di setiap halte ujung koridor (headway) itu hanya berjarak 5-7 menit. Sehingga setiap halte akan dilewati bus dengan jarak yang berdekatan.
"Dari setiap halte ujung, misal Pinang Ranti koridor IX, antara satu bus lain itu jalannya dibedakan 5 sampai 7 menit," ucap Kosasih saat berbincang dengan detikcom, Rabu (29/4/2015).
Menurutnya keterlambatan bus disebabkan salah satunya karena jalur khusus bus TransJ yang tidak steril dari mobil umum. Sehingga bus TransJ yang harusnya bisa melaju dengan bebas di jalurnya sendiri bisa ikut terkena macet.
"Bus lama datang karena terkena macet di tengah jalan dan itu karena jalannya tidak seteril. Kalau jalurnya streril lancar itu selisihnya bisa 5-7 menit di setiap halte," ujarnya.
Kosasih mengimbau agar para pengguna jalan bisa tertib berlalu lintas dan tidak menyerobot jalur TransJ. Dia juga berharap akan ada tindakan dan pengawasan yang ketat dari para petugas agar jalur bus khusus ini bisa benar-benar steril.
"Kami ingin agar TransJ aman, lebih tepat waktu dan nyaman bagi penumpang. Untuk mendapatkan itu semua kami perlu 3 hal, satu pengadaan bus, kedua mempercepat headway kami perlu bantuan untuk sterilisasi jalur busway," tutup Kosasih.
Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.
(slm/van)











































