Pengelola TransJ Jamin Tak Ada Bus Bermasalah dan Karatan Lagi

Masalah dan Solusi

Pengelola TransJ Jamin Tak Ada Bus Bermasalah dan Karatan Lagi

- detikNews
Kamis, 30 Apr 2015 16:05 WIB
Pengelola TransJ Jamin Tak Ada Bus Bermasalah dan Karatan Lagi
Bus TransJ rusak dikandangkan di bengkel Unit Pelayanan (UP) TransJ di Cililitan (Foto: Edward/detikcom)
Jakarta - Pengadaan bus TransJ saat masih di bawah Dinas Perhubungan DKI akhir 2013 lalu sempat bermasalah, bahkan mantan Kadishub Udar Pristono ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi bus TransJ karatan. Lalu bagaimana dengan pengadaan tahun ini, apakah ada jaminan pengadaan berjalan sesuai prosedur.

"Bagi kami sederhana, sejauh ini lebih ketat pengadaannya karena yang menjamin pemerintah, yakni kami hanya membeli bus dari e-catalogue yang terdaftar dalam Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa (LKPP)," kata Dirut PT Transportasi Jakarta A. N. S Kosasih saat berbincang dengan detikcom, Rabu (29/4/2015). PT Transportasi Jakarta baru mengambil alih pengelolaan TransJ Januari 2015. Tanggungjawab PT TransJ ini tidak di bawah Dishub namun langsug ke Gubernur Ahok.

Lewat e-catalogue yang ada di LKPP maka pemerintah sendiri yang akan menyeleksi secara ketat, baik itu kualitas bus ataupun harga yang masuk akal yang ditawarkan oleh setiap perusahaan. Sehingga pengadaan akan dilakukan secara transparan dan bisa dipertanggungjawabkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di e-catalogue itu kami tidak harus membeli yang murah tapi bisa beli yang terbaik. Contohnya kemaren kita beli bus baru Scania, pada waktu itu baru ada 3 perusahaan yang daftar di LKPP, satu Scania dua merek lain, Scania yang paling mahal kita beli itu nggak apa-apa," ujar Kosasih.

Selain menerbitkan daftar bus e-catalogue, LKPP juga yang mengurusi vendor-vendor mana saja yang akan masuk dengan melakukan survei ke pabrik-pabrik bus yang ada.

Tahun 2015 PT Transportasi Jakarta akan menambah jumlah bus yang bisa dioperasikan di setiap koridor yang ada. Pengadaan bus dilakukan secara swakelola, kerjasama dengan operator dan integrasi Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB).

Pengadaan bus baru secara swakelola berjumlah 51 unit bus gandeng dan 50 unit bus tingkat dari dana APBD DKI. Untuk pengadaan bus baru oleh operator sebanyak 51 unit bus articulated (gandeng), 51 unit dari lelang operator, 59 ditambah 99 unit dari eks pengadaan tahun 2013. Sementara itu untuk pengadaan bus baru melalui integrasi Bus Kota Terintegrasi Busway (Kopaja dan lain-lain) menjadi Operator Angkutan Pengumpan TransJakarta akan ditambah bus sedang sebanyak 214 unit.

Pengadaan bus saat di bawah Dinas Perhubungan DKI pada akhir tahun 2013 memang bermasalah. Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kadisub Udar Pristono sebagai salah satu tersangka dalam kasus pengadaan bus TransJ baru yang ternyata banyak yang karatan. Akibat kasus ini ratusan unit bus sedang dan bus gandeng buatan Tiongkok hingga kini belum dioperasikan PT TransJ. Bus-bus ini mangkrak dan dikandangkan di pul TransJ. Pengoperasian bus ini masih menunggu arahan dari Pemprov DKI.

Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.


(slm/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads