"Sanksinya bayarannya dipotong 100 km, jadi kalau ketahuan bus nggak benar dia nggak boleh operasi sama kita, bus harus pulang," kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta A.N.S Kosasih saat berbincang dengan detikcom, Rabu (29/4/2015).
Antonius mengatakan dalam sehari bus bisa jalan sepanjang 250 km, sehingga bila dipotong 100km maka hampi 40% jarak tempuhnya hilang. Bus tersebut dibayar oleh PT TransJakarta berdasarkan hitungan kilometer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kosasih ada saja operator yang 'nakal ' yang mengoperasikan bus reyot. Biasanya jam operasi pada pagi hari.
"Kadang pagi-pagi itu operator mengeluarkan bus yang tidak standar. Kalau ketahuan sama kita ada bus yang rusak misal tak bisa ditutup pintunya langsung kita suruh pulang," ucapnya.
Para operator harus melakukan perbaikan bus di pul masing-masing. Setelah bus diperbaiki maka bisa beroperasi kembali. Menurutnya saat ini sudah sudah banyak tempat pengaduan yang bisa diakses penumpang untuk melakukan komplain terhadap layanan TransJ yang tak sesuai.
"Ada yang pernah coba-coba (operasikan bus reyot) di beberapa koridor, tapi sekarang sudah berkurang karena mereka tahu ada aduan masyarakat lewat twitter @PT_Transjakarta atau FB kami Transportasi Jakarta. Mereka bisa posting foto dan kita tindak," katanya.
Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.
(slm/van)











































