"Peran fungsi polisi militer (Pomal) ingin terus dilaksanakan. Baik itu pembekalan sosialisasi secara aktif dan razia. Razia ini tidak hanya sebatas razia di jalan raya, SIM. Tapi kita juga razia ke perumahan-perumahan. Jangan sampai nanti perumahan TNI Angkatan Laut jadi peredaran narkoba," kata Ade di lapangan markas Puspomal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (30/4/2015).
Dia mengatakan upaya ini akan terus digiatkan karena menjadi salah satu cara preventif dan represif terhadap keseriusan pemberantasan narkoba. Ia menekankan upaya razia ini juga menyesuaikan pencanangan bahaya darurat narkoba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan razia ini pula, ingin dilihat kepatuhan disiplin prajurit TNI AL dalam menjalani peraturannya. Persoalan penyalahgunaan narkoba ini menjadi salah satu perhatian TNI AL. Ade menyadari dalam kehidupan luarnya, prajurit TNI tak bisa lepas dari pengaruh konsumtif.
"Dengan keinginan kita bisa mematuhi kedisplinan. Tidak ada penyimpangan prajurit. Prajurit tak bisa lepas dari kehidupannya. Tidak bisa lepas dari kehidupan luarnya. Masalah konsumtif, konsumerisme, inginnya pengen cepat terus. Narkoba ini kan sudah masuk kemana-mana kan seperti sekolah dan sebagainya," katanya.
Selain itu, TNI AL juga akan meningkatkan kualitas petugas Pomal terkait pengetahuan zat-zat narkoba yang sudah semakin bervariatif penyebarannya. Hal ini sudah dilakukan kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).
"Makanya kita sudah bekerja sama dengan BNN. Pertama untuk membekali prajurit karena turunan narkoba ini bisa bentuk permen, tisu, dalam segala macam itu bisa terjadi. Mungkin juga rokok," ujarnya jenderal TNI bintang empat itu.
(hat/imk)










































