Lokasi pertama yang disatroni adalah PT Alfa Kurnia, Sorong. Dipimpin oleh Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan Ida Kusuma, tim mengecek seluruh surat perizinan perusahaan ini.
Termasuk cold storage yang mereka punya. Ida cukup puas dengan kelengkapan surat yang dimiliki perusahaan sehingga memudahkan tim memverifikasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu giliran PT Dwi Bina Utama yang didatangi. Lokasinya juga persis di depan perusahaan pertama. Hal yang sama pun juga dilakukan Ida dan tim. Namun Ida sempat mempertanyakan kenapa perusahaan ini justru lebih banyak mendapatkan ikan dibanding udang. Padahal jaring yang digunakan seharusnya hanya untuk mendapatkan udang.
"Ukuran (jaring) sudah standart, tapi di Perairan Arafuru lebih banyak potensi ikan dibanding udang," ujar Noboyuki Sasaki Presdir dari PT Dwi Bina Utama dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata.
Lokasi terakhir adalah PT Citraraja Ampat Canning. Perusahaan ini bertugas untuk menampung Ikan Tuna tangkapan nelayan lokal. Tak hanya itu, mereka juga mengolah ikan hingga siap saji dalam bentuk pengalengan.
Cara produksinya pun sudah cukup canggih. Mereka juga memperkerjakan banyak penduduk sekitar.
(mok/fdn)











































