"Memang harus diakui bahwa saat ini masih ada sejumlah bus yang sudah kurang layak namun masih kami operasikan. Masalah kami adalah jumlah bus yang tidak cukup karena bertambahnya jumlah penumpang, " kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta A.N.S Kosasih saat berbincang dengan detikcom, Rabu (29/4/2015).
Kosasih menjelaskan pada tahun 2012 jumlah penumpang TransJ ada 120.000 orang setiap harinya. Di akhir 2014 jumlah penumpang bertambah menjadi 350.000 penumpang perhari. Artinya ada peningkatan hampir 3 kali lipat dari tahun 2012.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Kosasih seharusnya sesuai kontrak TransJ memiliki 734 bus yang siap dioperasikan baik itu dari operator atau milik PT TransJ sendiri. Namun nyatanya jumlah tersebut tidak bisa dioperasikan seluruhnya karena banyak bus rusak dan tak layak jalan.
"Tapi setiap hari yang bisa benar-benar jalan hanya 432 sampai 450 unit karena bus yang lainnya diservis, atau bus tidak layak, atau kita tolak, KIR mati karena sudah tua busnya," jelas Kosasih.
Kosasih menjelaskan kekurangan ini terjadi karena ada operator yang tidak memenuhi alokasi bus yang harusnya disediakan. Rata-rata operator memenuhi sekitar 54% dari jumlah yang dicantumkan dalam kontrak. Akibatnya jumlah bus yang tersedia tidak cukup dan terpaksa bus yang tak layak juga dioperasikan.
"Namun saat ini (bus tua) masih kami operasikan karena jika kami tidak operasikan sama sekali maka jumlah bus yang melayani penumpang Transjakarta akan berkurang secara signifikan dan penumpang akan semakin tidak terlayani," jelas Kosasih.
"Kalau sekarang saya tarik bus-bus yang rusak atau jelek itu, TransJakarta lumpuh, itu lebih merugikan masyarakat. Jadi kami jalankan saja bus yang mungkin kurang layak, jadi dilema juga bagi kami," ucapnya.
Untuk mengatasi hal ini PT TransJ akan melakukan pengadaan bus baru dan membuat kerjasama dengan mengintegrasikan bus pengumpan. Bus mulai datang sekitar bulan Juni dan akan terus bertambah hingga akhir 2015 nanti.
(Baca: Banyak TransJ Rusak, Ahok: Juni Busnya Datang, Jadi Sabar)
Β
Masalah solusi adalah program baru detikcom yang bertujuan untuk membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. detikcom akan mengumpulkan laporan masalah dari publik, kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait
(slm/van)










































