Kisah di Balik Penolakan Pemakaman Zainal di Palembang

Eksekusi Mati Gelombang II

Kisah di Balik Penolakan Pemakaman Zainal di Palembang

- detikNews
Kamis, 30 Apr 2015 11:08 WIB
Kisah di Balik Penolakan Pemakaman Zainal di Palembang
Pekanbaru - Zainal Abidin (50) terpidana mati yang jasadnya ditolak di Palembang, masih membuat duka pihak keluarganya. Kuat dugaan ada orang yang mengirim surat kaleng ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Hal itu disampaikan Mascik, sepupu Zainal yang tinggal RT 01 RW 01 Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat, Palembang dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (30/4/2015).

Mascik menyebut, dua hari sebelum ada eksekusi mati terhadap Zainal, warga setempat dan para tokoh agama, adat sudah sepakat akan menerima jasad Zainal. Tempat pemakaman juga disiapkan. Rencananya, warga setempat akan mensalatkan jasad Zainal di masjid setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah rembukan terkait hal itu. Para tokoh masyarakat, alim ulama, pengurus masjid, semua sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk pemakaman Zainal. Ada warga yang sudah mempersiapkan rumahnya untuk dijadikan tempat tahlilan untuk Zainal," kata Mascik.

Sayangnya, semua harapan itu sirna. Ini menurut Mascik, karena ulang orang yang tidak bertanggung jawab yang menulis surat kaleng itu.

"Belakangan saya dihubungi saudara sepupu kami lagi dari Jakarta. Bahwa jasad Zainal tidak jadi dimakamkan di Palembang. Ini karena adanya surat kaleng penolakan," kata Mascik.

Dari sepupu Mascik yang ada di Jakarta, surat kaleng itu menyebutkan, jika jasad Zainal dimakamkan di Palembang, akan ada pertumpahan darah. Kondisi inilah, lantas menjadi pembenaran sehingga jasad Zainal tidak dibawa pulang ke kampung halamannya.

"Kami tak tahu siapa yang berkirim surat seperti itu. Para tokoh masyarakat dan alim ulama di tempat kami juga terkejut kalau disebut-sebut ada penolakan. Ini fitnah yang sangat kejam buat kami sekeluarga dan terutama kepada tokoh masyarakat di lingkungan rumah kami," kata Mascik.

Masih menurut Mascik, pada Rabu (29/4/2015), Sekda Pemprov Sumsel, Mukti mendatangi tokoh masyarakat setempat untuk mengklarifikasi terkait soal penolakan itu.

"Kami semua masyarakat di sini telah menyampaikan, tidak ada penolakan terhadap jasad Zainal. Surat kaleng itu hanya menebar fitnah," tegas Mascik.

Malah menurut Mascik, masyarakat ada berencana melakukan aksi demo ke Kantor Gubernur Sumsel untuk mengklarifikasi terkait hal itu.

"Tapi saya sampaikan ke mereka, tak usah melakukan demo, sudah tidak ada gunananya. Kita terima dengan iklas saja semua fitnah ini. Walau sejujurnya kami sakit hati atas fitnahan dari surat tersebut," tutup Mascik.

(cha/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads