Pasien DB Membludak di Kupang
Senin, 14 Feb 2005 17:35 WIB
Kupang - Penderita demam berdarah (DB) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur terus bertambah. Sejumlah Rumah Sakit (RS) dan Puskesmas yang menampung korban akhirnya kewalahan karena terbatasnya ruangan.Di RSU WZ Johanis Kupang, korban demam berdarah terpaksa tidur di lantai dan sebagian di lorong RS karena keterbatasan ruangan. Total korban tewas karena demam berdarah di Kota Kupang sebanyak tujuh orang, 157 dalam perawatan intensif di bangsal anak dan sal wanita RSU Kupang dan sedikitnya 500 penderita yang menjalani rawat jalan di sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).Kepala Sub Bagian Kesejahteraan Biro Bina Sosial Setda NTT, Fransiska Palan Bolen, kepada wartawan di Kupang, Selasa (14/2/2004) mengatakan, untuk mengatasi kasus demam berdarah di Kota Kupang, Gubernur Piet A. Tallo telah menginstruksikan kepada instansi terkait untuk segera mengirim bantuan kasur ke RSU Kupang.Gubernur juga meminta manajemen RS untuk memanfaatkan salah satu gedung lantai dua yang baru dibangun meski masih dalam proses finishing guna menampung pada korban yang tidak mendapat ruangan.Kepala Instansi Rawat Darurat RSU Kupang, yang dihubungi terpisah mengaku kewalahan menangani para korban. "Setiap hari lebih dari 100 penderita demam berdarah yang datang. Pasien yang kondisinya tidak terlalu kritis setelah mendapat perawatan direkomendasikan untuk rawat jalan sedangkan yang kritis yang menjalani rawat inap," katanya.Menurut hasil pantauan detikcom di RSU Kupang, umumnya para penderita adalah balita dan anak-anak. "Anak saya sudah satu minggu sakit demam berdarah. Sebelumnya dirawat di Puskesmas, tetapi karena semakin parah direkomendasikan ke rumah sakit," kata Marthen Lasi, warga Kelurahan Sikumana, Kota Kupang.Sejauh ini, pemerintah Nusa Tenggara Timur belum mengambil langkah serius untuk menangani kasus demam berdarah dan diare yang telah menyerang sedikitnya 2000 warga dan menewaskan 48 orang.
(nrl/)











































