"Nggak usah takut dengan penarikan Dubes Australia, mereka malah yang rugi karena Indonesia itu sudah jadi pasar bagi Australia. Dampaknya tidak akan lama bagi kita, tidak akan terlalu besar. Paling 2-3 bulan dikirim lagi ke sini," ungkap pengamat hukum Hubungan Internasional Djawahir Tantowi dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (29/4/2015).
Mengenai keputusan tegas eksekusi mati, Australia dan negara-negara sahabat yang warganya dieksekusi mati karena menjadi gembong narkoba diminta menghargai hukum yang berlaku di Indonesia. Para negara sahabat diharapkan mengingat Konferensi Wina tahun 1961.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang pada wilayah domestik ini, kata Djawahir, negara-negara sahabat seperti Australia dan Filipina dimungkinkan untuk meminta pengampunan hukum bagi warganya. Namun keputusan memberikan pengampunan tetap tergantung dari pemerintah Indonesia. Sehingga ancaman seperti penarikan Dubes Australia dinilai Djawahir tidaklah relevan.
"Menurut pandangan saya, penarian (Dubes) itu menjadi tidak relevan karena kebijakan diploamsi seperti itu, bukan merupakan yangg memiliki akibat terhadap hubungan diplomatik. Sikap hukum Indonesia sebagai negara hukum yang berdaulat tidak bisa ditawar ketika eksekusi mati itu berkaitan dengan kejahatan extra ordinary crime seperti narkoba ini," jelas Djawahir.
Indonesia sendiri menuai cukup banyak kecaman dari dunia internasional karena eksekusi mati dinilai kejam dan melanggar Hak Asasi Manusia. Djawahir berharap agar dunia internasional mau melihat dari perspektif banyaknya generasi muda Indonesia yang meninggal akibat penyebaran narkoba.
"Narkoba ancaman ke depannya besar. Ini sebuah kegentingan karena Indonesia sudah masuk pada darurat narkiba. Kalau kita tidak menegaskan hukuman mati persoalannya masa depan Indonesia. Perlu dilihat dari banyaknya korban yang berjatuhan. Jadi kalau dalam persepektif korban itu signifikan dan itu kepastian hukum yang tidak bisa ditawar-tawar," tutur Djawahir.
Sebelumnya PM Tony Abbott langsung berekasi menarik Dubes Australia dari Jakarta usai eksekusi mati Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dilakukan. Dubes Australia akan ditarik untuk konsultasi.
"Kami menghormati kedaulatan Indonesia tetapi kami menyesalkan apa yang telah dilakukan, dan ini tidak tidak bisa disebut sebagai hal yang biasa. Untuk itu, setelah semua upaya telah dilakukan oleh keluarga Chan dan Sukumaran, duta kami akan ditarik untuk konsultasi," kata Abbot seperti dikutip dari The Sydney Morning Herald, Rabu (29/4).
(ear/jor)











































