Permintaan itu disampaikan oleh Dubes RI untuk Spanyol Yuli Mumpuni Widarso dalam pertemuan dengan sekitar 200 anggota masyarakat Indonesia di Ruang Satya Loka KBRI Madrid (26 April 2015).
"Peran masyarakat Indonesia ini penting, karena tinggal di tengah masyarakat Uni Eropa yang telah menghapuskan hukuman mati dari hukum nasionalnya," ujar Dubes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hukuman mati tersebut juga diterapkan secara sangat selektif, hanya untuk kasus-kasus pidana sangat berat dan bagi Indonesia, pengedar dan bandar narkoba merupakan pelanggaran hukum pidana sangat berat," terang Dubes.
Menurut Dubes, pemahaman tentang hukum di Indonesia ini penting, agar seluruh WNI di Spanyol dapat menjelaskan jika ditanya oleh teman-teman mereka warga Spanyol.
Pada kesempatan itu Dubes juga menyampaikan mengenai perkembangan terkini di tanah air, terutama situasi darurat narkoba di Indonesia yang dinilai sudah sangat memprihatinkan.
Dikatakan bahwa berdasarkan informasi dari BNN saat ini di Indonesia rata-rata 40 orang meninggal setiap hari karena narkoba, lebih dari 4,2 juta orang lainnya mengalami ketergantungan.
Bandar dan pengedar narkoba telah masuk ke berbagai wilayah di Indonesia, tidak hanya kota-kota besar tetapi juga ke desa-desa. Para bandar yang tertangkap memenuhi penjara-penjara di Indonesia, jumlahnya tidak kecil, sekitar 67 ribu orang.
"Kerugian yang diderita bangsa Indonesia sangat besar. Indonesia akan kehilangan satu generasi jika narkoba bebas beredar di kalangan generasi muda. Oleh karena itu hukum di Indonesia menerapkan hukuman mati bagi para pengedar dan bandar narkoba," cetus Dubes.
Dubes meminta masyarakat Indonesia di Spanyol untuk menyampaikan kepada teman-teman Spanyol jika mereka berkunjung ke Indonesia agar tidak terlibat dalam perdagangan narkoba.
"Karena ancamannya hukuman mati," pungkas Dubes.
Pertemuan dengan masyarakat ini dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi dan sebagai langkah awal persiapan partisipasi Diaspora Indonesia Chapter Spanyol dalam Kongres Diaspora Indonesia ke-3 di Jakarta, 12-14 Agustus 2015.
(es/es)











































