"Datang dari sana (Nusakambangan) sudah pakai peti, cuma karena tidak memenuhi syarat, berdarah, ya kita balut kembali," kata Hendra di rumah duka, Jl Raden Saleh, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2015).
Saat tiba di rumah duka pada pukul 12.50 WIB, jenazah Sylvester yang berada di dalam peti berwarna cokelat langsung dimasukan ke salah satu ruangan di rumah duka tersebut. Hanya berselang 20 menit, peti dipindahkan ke ruang jenazah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cara kerjanya nggak terlalu inilah (baik) kesannya. Kami mengurus (jenazah) tidak hanya satu atau dua tahun, tapi berpuluh-puluh tahun. Soalnya nggak enak, jadi kami rapikan. Sebab ini manusia, kalau kita amal baik semuanya baik," ujar Hendra.
Pekerja ruang jenazah terpaksa kembali membersihkan jasad Sylvester, dan menambahkan formalin karena jasad akan diterbangkan ke Nigeria. "Kami mengolah, membantu dan merapikan. Kami di sini sarana untuk dititipkan dan melayani masyarakat," ucap Hendra.
(vid/imk)











































