"Iya, dia tersenyum seperti damai begitu. Kemarin saat-saat dieksekusi itu juga dia tenang dan nyanyi-nyanyi," kata kuasa hukum Sylvester, Marusaha Sitorus, di rumah duka RS PGI Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (29/4/2015).
Rekan Marusaha lalu menunjukkan foto jenazah Sylvester dari ponsel pintarnya. Sylvester tampak mengenakan jas hitam dipadukan dasi bermotif warna kuning. Foto itu menggambarkan jelas senyum yang terurai dari wajah Sylvester.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marusaha menggambarkan suasana duka di dalam kamar jenazah. Istri Sylvester terus menangis terisak. Sementara salah satu rekan warga negara Nigeria itu mencoba menghiburnya.
"Istrinya dan 3 temannya masih ada di dalam. Mereka sangat sedih dengan kejadian ini. Ada yang menghibur istrinya. 4 Orang kerabatnya yang lain juga sempat datang tadi sebentar," ujar Marusaha.
Terkait rencana keberangkatan jenazah Sylvester ke Nigeria, menurut Marusaha, keluarga ingin hal itu dipercepat. Semula jenazah Sylvester akan diterbangkan pada Jumat 1 Mei nanti.
"Dipercepat jadi Kamis (30/4) besok karena keinginan keluarga di sana. Jadi kemungkinan kalau semua (surat-surat) beres, nanti pukul 08.00 WIB besok sudah diberangkatkan. Paling lama 1 Mei," kata Marusaha.
Sylvester dihukum mati karena menyelundupkan heroin 1,2 kg heroin. Dari balik penjara, dia juga masih mengendalikan perdagangan narkotika.
(aan/nrl)











































