Kasus DBD di Solo Melonjak Tajam

Kasus DBD di Solo Melonjak Tajam

- detikNews
Rabu, 29 Apr 2015 14:28 WIB
Solo - Tahun 2015 baru berjalan 17 pekan, namun angka kasus warga terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Solo telah mencapai 228 kasus, dengan jumlah kematian 7 orang. Saat ini tinggal 13 kelurahan di Solo yang masih dinyatakan bebas DBD.

Peningkatan drastis kasus tersebut mendapat perhatian khusus dari Pemkot Surakarta. Hal itu mengingat dari kecenderungan yang ada, yakni baru 17 pekan berjalan, angka penderita yang terjangkit DBD telah hampir menyamai tahun-tahun sebelumnya. Bahkan angka kematian telah melebihi tahun sepanjang tahun 2014 lalu.

Catatan di Pemkot, tahun 2012 terdapat 30 kasus DBD dengan 1 penderita meninggal, tahun 2013 terdapat 261 kasus DBD dengan 7 penderita meninggal, tahun 2014 terdapat 256 kasus DBD dengan 4 penderita meninggal. Sedangkan untu tahun 2014, sepanjang 17 pekan berjalan terdapat 228 kasus dengan 7 penderita meninggal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œPada pekan ke-16 lalu angka kasus DBD baru mencapai 199 dengan 1 kasus penderita meninggal. Pada pekan ke-17 jumlah kasus melonjak drastis menjadi 228 dengan tujuh penderita meninggal. Selama sepekan ini ada 6 penderita meninggal,” kata Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Efi S Pertiwi, Rabu (29/4/2015).

Penyebaran kasus DBD di Solo, kata Efi, juga meluas. Jika semula terdapat 20 kelurahan bebas kasus DBD, saat ini tinggal terdapat 13 kelurahan yang dinyatakan bebas kasus DBD. Bahkan tiga daerah telah ditetapkan sebagai kawasan endemis, yaitu Mojosongo, Kadipiro dan Joyontakan, karena temuan kasus DBD di ketiga tempat itu sangat tinggi.

(mbr/rul)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads