Peningkatan drastis kasus tersebut mendapat perhatian khusus dari Pemkot Surakarta. Hal itu mengingat dari kecenderungan yang ada, yakni baru 17 pekan berjalan, angka penderita yang terjangkit DBD telah hampir menyamai tahun-tahun sebelumnya. Bahkan angka kematian telah melebihi tahun sepanjang tahun 2014 lalu.
Catatan di Pemkot, tahun 2012 terdapat 30 kasus DBD dengan 1 penderita meninggal, tahun 2013 terdapat 261 kasus DBD dengan 7 penderita meninggal, tahun 2014 terdapat 256 kasus DBD dengan 4 penderita meninggal. Sedangkan untu tahun 2014, sepanjang 17 pekan berjalan terdapat 228 kasus dengan 7 penderita meninggal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebaran kasus DBD di Solo, kata Efi, juga meluas. Jika semula terdapat 20 kelurahan bebas kasus DBD, saat ini tinggal terdapat 13 kelurahan yang dinyatakan bebas kasus DBD. Bahkan tiga daerah telah ditetapkan sebagai kawasan endemis, yaitu Mojosongo, Kadipiro dan Joyontakan, karena temuan kasus DBD di ketiga tempat itu sangat tinggi.
(mbr/rul)











































