Ini Alasan Okwudili Oyatanze Ingin Dimakamkan di Ambarawa

Eksekusi Mati Gelombang II

Ini Alasan Okwudili Oyatanze Ingin Dimakamkan di Ambarawa

- detikNews
Rabu, 29 Apr 2015 11:41 WIB
Ini Alasan Okwudili Oyatanze Ingin Dimakamkan di Ambarawa
Ambarawa - Okwudili Oyatanze, warga Nigeria yang dieksekusi mati sangat dekat dengan rohaniawannya, Rina. Keakraban itulah yang membuat Dili memiliki permintaan disemayamkan di Panti Asuhan milik yayasan yang didirikan Rina, Gita Eklesia.

Rina mengenal Dili sejak mendampinginya di Lapas Nusakambangan tahun 2004 lalu. Ia pun tahu kehidupan masa lalu Dili yang pahit.

"Saya mendampingi sejak tahun 2004. Dili itu kan anak yatim, sejak umur 7 minggu orang tuanya meninggal. Ia juga ditinggalkan neneknya," kata Rina di Panti Asuhan Eklesia, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama 11 tahun ini, Rina memberikan pendampingan rohani. Ia juga mengajak anak asuhnya ke Nusakambangan untuk memberikan pelayanan sehingga kedekatan antara Dili dan panti asuhan Eklesia terjalin kuat. Warga negara Nigeria itu pun akrab disapa sebagai uncle Dili.

"Dia dicintai anak-anak saya karena pernah datang pelayanan ke Nusakambangan. Dia sangat dekat dengan Eklesia," ujar dia.

Di balik jeruji besi, lanjut Rina, Dili aktif melakukan berbagai kegiatan bahkan mengarang banyak lagu dengan bahasa Indonesia, Inggris, dan negara asalnya. "Dia punya tiga album. Selama di dalam penjara mungkin sudah sejuta lagu. Sebenarnya dia inspirasi buat saya, saya merasa terhormat," pungkasnya.

Kedekatan dengan Yayasan Gita Eklesia membuat Dili memiliki keinginan disemayamkan di Panti Asuhan Eklesia dan dimakamkan tidak jauh dari sana. Permintaan itu dikabulkan dan kini jenazah masih disemayamkan. Rencananya pemakaman dilakukan sekitar pukul 15.00 setelah rangkaian doa.

Jenazah Dili tiba pukul 09.32 WIB dibawa oleh ambulans dan langsung dibawa ke aula yang dindingnya tertempel MMT bertuliskan "Welcome Home Uncle Dili". Lagu ciptaannya sendiri diperdengarkan memalui pengeras suara mengiringi datangnya jenazah.

"Pesan terakhir Dili ke panti, dia bilang ke anak-anak untuk minta maaf dan bilang uncle Dili tidak bisa memasakkan lagi," katanya.

Dili ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta tahun 2001 karena terlibat peredaran 1,5 kg heroin. Dia bersama tiga temannya mencoba menyelundupkan ribuan gram heroin yang dikemas dalam kapsul yang kemudian ditelan. Ia divonis mati oleh PN Tangerang tahun 2002. Grasinya ditolak melalui keppres 14/G 2015.

(alg/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads