Salah satunya adalah Menperin Saleh Husin yang mengaku tak terpengaruh oleh sebutan Agus. Menurut dia hal yang terpenting adalah tetap bekerja.
"Ya biarin sajalah. Yang penting kita kerja sajalah," kata Saleh kepada wartawan di gedung Kemenperin, kemarin (28/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terserah mau disebut lemah atau bagaimana. Yang jelas adalah tahun ini kita tidak import beras. Kemudian tahun ini, kita berhasil menambah 700.000 hektare lahan pertanian dan itu yang terluas sepanjang sejarah," kata Amran di Istana Negara, Jl Veteran, kemarin malam.
Dia juga menambahkan bahwa target pemerintah adalah mencapai swasembada pangan. Sehingga bukan semudah membalik telapak tangan target itu tercapai kurang dari satu tahun.
Sementara Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago memilih tak menanggapi pernyataan yang anggap tim ekonomi lemah. Dia berpendapat bahwa ada syarat melakukan kritik yang belum terpenuhi dari sebutan itu.
"Sekarang begini, apakah yang berpendapat itu sudah memegang data-data yang valid? Apakah kritikan itu sudah objektif dengan melihat kondisi di lapangan? Apakah dia berikan solusi? Itu saja dulu. Jadi sekarang yang terpenting adalah kita tetap bekerja," kata Andrinof.
Sebelum mencuat mengenai sebutan lemah, isu reshuffle sempat menyeruak ke permukaan. Menghadapi hal ini Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo memilih untuk menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden.
"Kita adalah pembantu presiden dan beliau (Jokowi) punya hak prerogatif soal itu," kata Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo kepada wartawan di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, kemarin.
(bpn/mpr)










































