Salah satunya ada empat orang terdiri dari dua pria dan perempuan yang saling merangkul dan menangis. Pemandangan ini terlihat di halaman Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jawa Tengah,
"Sebetulnya mereka tidak layak dihukum. Saya yang harusnya dihukum. Saya yang dulu rusak diubah. Saya dibuat berubah karena Tuhan, semua bisa diubah oleh Tuhan Yesus dan saya simpati jauh dari Malang datang ke sini," kata salah seorang bernama Chairul Anwar, Rabu (29/4/2015), dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Madiun mereka baik-baik disuruh tanda tangan dan lain-lain tidak mengerti, yang pantas dihukum mati itu koruptor, pengkhianat bangsa," sebutnya.
Kedatangan Chairul untuk menemui dan berdoa untuk salah satu terpidana mati asal Nigeria, Raheem Agbaje Salami.
"Tujuan saya untuk berdoa terakhir bertemu setahun yang lalu. Dia pelayan luar biasa di gereja, sudah bertobat seperti saya," katanya.
(hat/fdn)










































