Hal itu diungkapkan Wardiman Djojonegoro selaku anggota Motivator Kelompok Kerja Arsip Nasional yang mengajukan arsip tersebut ke UNESCO.
"Tiga tahun lalu ANRI mendaftarkan ke UNESCO agar arsip KAA ini bisa diingat oleh dunia. Saya senang, selain jadi relawan KAA pada tahun 1955, juga ikut mengupayakan ini," ujar Wardiman ditemui di Gedung Merdeka, Selasa (28/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai sekarang belum. Juli nanti keputusannya," singkatnya.
Arsip-arsip KAA tahun 1955 yang diajukan ANRI adalah berupa foto-foto, dokumen serta video. Ada ratusan foto, beberapa video yang sudah dirangkai dalam satu film berdurasi 12 menit dan dokumen-dokumen semua kegiatan di KAA saat itu.
Lebih lanjut Wardiman mengatakan, ada beberapa peninggalan sejarah Indonesia yang sudah dijadikan warisan dunia oleh UNESCO seperti La Galigo, serta Babad Diponegoro dan Negarakertagama, yang diusulkan ke UNESCO oleh Perpustakaan Nasional.
"ANRI juga pernah bekerja sama dengan Belanda untuk mengusulkan naskah VOC sebagai MoW," tandasnya.
(avi/try)











































