Indonesia Kirim Bantuan dan Tim Medis ke Nepal Rabu Besok

Indonesia Kirim Bantuan dan Tim Medis ke Nepal Rabu Besok

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Selasa, 28 Apr 2015 17:29 WIB
Indonesia Kirim Bantuan dan Tim Medis ke Nepal Rabu Besok
Deputi Bidang Perencanaan dan Tanggap Darurat BNPB, Tri Budiarto, (Edward/detikcom)
Jakarta - Pemerintah Indonesia langsung bergerak mengirimkan bantuan untuk Nepal menyusul gempa 7,9 SR yang terjadi Sabtu (25/4) lalu, dan menewaskan ribuan orang. Tim medis yang tergabung dalam 'Indonesia Peduli Nepal' akan dikirimkan pada Rabu (29/4) besok.

"Besok Rabu kami akan berangkatkan tim awal yang terdiri dari dokter, paramedis, dokter umum, dan dokter ortopoedi. Harapannya hal-hal itu yang dibutuhkan terlebih dahulu untuk membantu kondisi pemerintah Nepal dalam bidang kesehatan," kata Deputi Bidang Perencanaan dan Tanggap Darurat BNPB, Tri Budiarto, di kantornya, Jl Ir H Juanda, Jakarta, Rabu (28/4/2015).

Tri mengatakan, sejak gempa itu mengguncang Nepal, BNPB langsung berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, dan NGO untuk menyiapkan bantuan yang akan dikirim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Anggaran yang disediakan (BNPB) U$ 1 juta. Kalau termasuk lembaga swasta dan NGO kurang lebih U$ 2 juta dan ini akan terus berkembang melihat antusiasnya perhatian WNI terhadap bencana kemanusiaan di Nepal," ujar ketua tim 'Indonesia Peduli Nepal' itu.

Menurut Tri, berdasarkan informasi yang dihimpun dari Nepal, fokus saat ini bukan lagi pencarian korban gempa melainkan penyelamatan. Terutama banyak warga yang mengalami patah tulang, baik di leher, rusuk maupun kaki.

"Besok pukul 16.00 WIB sore kita akan berangkat dengan pesawat Hercules TNI AU yang akan turut membawa pejabat dan petugas dari Kemlu," ujarnya.

BNPB akan mengirimkan tim kedua pada Jumat (1/5) mendatang dengan tim dan bantuan yang lebih maksimal. Terutama lebih difokuskan pada misi kemanusiaan dengan bantuan untuk kesehatan, dan lingkungan.

"Seperti gizi, makanan siap saji, makanan pengganti ASI juga akan dikirim hari Jumat, termasuk tenda dan kebutuhan lainnya yang esensinya dalam bidang kemanusiaan," ucap Tri.

"Jangka waktu kita targetkan operasi ini 14 hari, tapi tidak menutup kemungkinan akan diperpang 2x 14 atau 3 x 14 hari," imbuhnya.

(bal/nrl)


Berita Terkait