Rencananya Studio 8 terbang ke Prancis tanggal 14 Juli mendatang dalam rangka Festival Tari dan Musik Tradisional Internasional yang diikuti 25 negara. Pimpinan rombongan, M Reza Suksmana mengatakan kekhawatiran muncul karena terancam tidak memperoleh visa.
"Saya dapat kabar dari panitia lewat email katanya media di sana masih mengangkat pemberitaan pemutusan hubungan diplomatik. Panitia sudah mengatakan kalau tidak akan berpengaruh kepada kebudayaan, tapi kami tetap khawatir jika tidak bisa memperoleh visa. Tapi mereka sangat ingin kami berangkat," terang Reza, Selasa (28/4/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saja semangat latihan teman-teman terpengaruh karena bingung," tandasnya.
Ia pun berharap agar hubungan diplomatik Indonesia dengan Prancis tidak terpengaruh oleh persoalan hukuman mati. Reza menegaskan ia dan teman-temannya ingin memperkenalkan kebudayaan Indonesia di sana.
"Kami ingin memperkenalkan kebudayaan Indonesia," ujarnya.
Dalam festival tersebut, rencananya Studio 8 akan menampilkan Tari Rontek dari Jateng, Tari Kipas dari Sumatera Selatan, Tari Mandau dari Kalimantan, Tari Puspanjali dari Bali, dan Tari Saman Aceh. Ada 21 personel yang akan diberangkatkan, mereka tidak hanya dari FKM namun juga mahasiswa fakultas lainnya.
Selama lima minggu di sana, Studio 8 akan menari di empat lokasi yaitu Bordeaux, Nantes, Paris, dan Valladolid Spanyol. Kini mereka masih rutin berlatih di gedung E FKM Undip dengan harapan masih bisa menjalankan misi kebudayaan.
(alg/rul)











































