Klinik Jelia di Kawasan Hiburan Malam Taman Sari Deteksi 19 Orang Kena HIV

Klinik Jelia di Kawasan Hiburan Malam Taman Sari Deteksi 19 Orang Kena HIV

Septiana Ledysia - detikNews
Selasa, 28 Apr 2015 15:58 WIB
Klinik Jelia di Kawasan Hiburan Malam Taman Sari Deteksi 19 Orang Kena HIV
(Foto: Septiana Ledysia/detikcom)
Jakarta - Wilayah Taman Sari, Jakarta Barat memang terkenal marak tempat hiburan malam. Penularan penyakit kelamin hingga HIV semakin meningkat,sehingga dari awal tahun 2015 tercatat ada 19 orang positif HIV.

"Dari Januari sampai Maret 2015 ada 239 pasien yang memeriksaa ke Klinik Jelia. Dan ditemukan ada 19 orang positif HIV," ujar Kepala Klinik Jelia (klinik khusus penyakit kelamin) dr Yuliani Savitri Nasution di kantornya di Jalan Blustru, Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (28/4/2015).

Dokter Yuli mengatakan, dari ratusan jumlah pasien yang datang ke kliniknya, perempuan masih mendominasi. Untuk yang terjangkit HIV sendiri rata-rata berada di usia 20-25 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain HIV, penyakit seperti servictis (radang rahim), kencing nanah dan gejala HIV (DTV)," terang Yuli.

Parahnya, setelah melakukan pengecekan, para perempuan Pekerja Seks Komersial (PSK) atau pria yang positif kena penyakit kelamin, cuek saja. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan LSM untuk membantu sosialisasi.

"Satu dan dua orang ada yang masih nggak paham, masih cuek saja dan pulang kampung jadinya sulit untuk disembuhkan dan akhirnya banyak juga yang meninggal," tutup Yuli.

Penyakit kelamin yang semakin mengancam ini berpotensi menyebar seiring maraknya prostitusi online akhir-akhir ini. Perempuan berjilbab ini mengimbau para PSK juga pengguna jasa PSK menggunakan pengaman.

"Untuk itu jangan sampai mereka tidak menggunakan kondom jika melakukan hubungan. Karena penyakit tersebut ada yang bisa sembuh ada yang tidak," jelas Yuli.

Beragam penyakit kelamin akan menghantui setiap pelaku seks yang tidak aman. Seperti servictis atau peradangan dalam mulut rahim, kondiloma atau kutil kelamin, sipilis, dan terparah HIV Aids. Yuli menerangkan, bahayanya penyakit-penyakit seperti sipilis tidak bergejala untuk perempuan karena perempuan tidak bisa kencing bernanah.

"Perempuan hanya keputihan dan kalau sudah parah timbul kutil," terang Yuli.

Selain penyakit tersebut, penyakit HIV juga menghantui para pria atau wanita yang sering melakukan seks bebas. Parahnya, jika sudah masuk ke tahap 2 HIV penyakit tersebut tanpa gejala.

"Jadi HIV itu kalau tahap 1 namanya periode jendela dimana baru bisa terdeteksi 3 bulan setelah tertular. Tahap kedua itu setelah masuk tiga bulan dimana parahnya tidak memiliki gejala selama 5-10 tahun. Dan parahnya, masyarakat baru tau saat pada tahap 3 dimana mereka sudah imun rendah," jelas Yuli.

(spt/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads