Farhat yang rumah tangganya selalu jadi isu panas di jagat selebritas ini pernah mengadu nasib menjadi calon legislatif. Partai Demokrat dipilih sebagai kendaraan politiknya.
PD menempatkan Farhat sebagai salah satu caleg di dapil neraka, DKI Jakarta III yang meliputi Jakarta Utara, Kepulauan Seribu, dan Jakarta Barat. Sayang nasib belum baik, Farhat gagal melenggang ke Senayan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah lama keluar dari Demokrat, sekarang Ketua DPC PPP Djan Faridz Kabupaten Bogor," kata Farhat saat berbincang, Selasa (28/4/2015).
Nasib baik datang ke Farhat. Setelah Bupati Bogor Rahmay Yasin kena kasus korupsi, dia dicalonkan PPP dan KMP jadi calon wakil bupati Bogor. SK sudah diteken, tak lama lagi Farhat bakal mengikuti mekanisme pemilihan di DPRD Bogor.
"Saya nggak mau takabur, kita mengalir seperti air," kata Farhat saat ditanya soal keyakinannya terpilih jadi orang nomor dua di Kabupaten Bogor.
Jika terpilih nanti, Farhat ingin menjadi sosok yang tegar dan beriman. "Itu kan slogan Bogor," dalihnya.
Namun jalan Farhat belum selesai. Mantan suami Nia Daniati itu akan menghadapi adik Bupati Bogor nonaktif Rahmat Yasin yang kini tersangkut kasus korupsi.
"Saingannya adik Bupati yang dulu Ketua PPP tapi sudah diberhentikan, sekarang dia Wakil Ketua DPRD. Tapi apa iya politik dinasti mau diteruskan, saya kira tahu diri sajalah," harapnya.
Apakah kali ini Farhat bakal mujur dan sukses duduk di kursi Wabup Bogor?
(van/nrl)











































