Direktur Program Hutan Internasional, Rodney Tailor memaparkan, lebih dari 170 juta hektar hutan dapat hilang dalam kurun waktu antara tahun 2010-2030. Jika tren kehilangan hutan tidak berubah, wilayah yang disebut sebagai deforestation fronts akan terus terberangus.
Deforestation fronts yang disebut dalam laporan WWF Living Forest Report adalah Amazon, Atlantic Forest dan Gran Chaco, Borneo, Cerrado, Choco-Darien, Congi Basin, Afrika Timur, Bagian Timur Australia, Greater Mekong, New Guinea dan Sumatera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hutan-hutan yang disebutnya sebagai deforestation fronts ini memiliki berbagai keanekaragaman hayati di dunia yang bahkan hampir punah, seperti orang utan dan harimau. Hutan-hutan itu juga merupakan rumah bagi masyarakat adat setempat.
Rodney menjelaskan, laporan tersebut didasari pada laporan WWF sebelumnya yang menunjukkan bahwa lebih dari 230 juta hektar hutan akan hilang pada tahun 2050 jika tidak ada aksi nyata.
Selain itu, kata dia, laju hilangnya hutan harus dihentikan hingg mendekati nol pada tahun 2020 untuk menghindari dampak perubahan iklim dan kerugian ekonomi yang akan ditimbulkan.
(kff/fdn)











































