"Ada barang yang dibawa, 4 atau 5 barang. Terus yang di-police line itu bukan ruangan saya, tapi ruangan komisi. Saya aktif lagi hari ini, saya evaluasi dan saya apresiasi pihak kepolisian tadi," kata Lulung di kantornya, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2015).
Menurut Lulung, penggeledahan itu ditemani oleh stafnya. Aktivitas para staf dari politikus PPP itu pun tak terganggu usai penggeledahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Lulung, ruangannya digeledah karena dia pernah menjabat sebagai koordinator Komisi E DPRD DKI pada tahun 2014. Walau begitu, ia tak mengetahui isi dari CPU yang dibawa penyidik.
"Apa isinya saya tidak tahu. Waktu itu saya menjabat setengah-setengah sebagai koordinator Komisi E di 2014. Ya nasib saya harus mempertanggungjawabkan persoalan UPS," ucap Lulung.
Menanggapi penggeledahan tersebut, Lulung memberikan apresiasi dan mengaku mendorong pihak kepolisian untuk mengungkapkan kasus UPS. Hanya saja, ia berharap penyelidikan dilakukan secara transparan.
"Kalau bicara penggeledahan itu saya katakan disampaikan kepada saya atau tidak itu merupakan wewenang kepolisian dalam rangka penyelidikan kasus UPS itu. Biar jelas terang benderang, saya yakin kasus ini transparan dan akan di-publish," imbuh Lulung.
(vid/fdn)











































