Semangat Aipda Beni, Korban Kecelakaan yang Kini Bertugas Tanpa Sepasang Kaki

Semangat Aipda Beni, Korban Kecelakaan yang Kini Bertugas Tanpa Sepasang Kaki

- detikNews
Selasa, 28 Apr 2015 13:57 WIB
Semangat Aipda Beni, Korban Kecelakaan yang Kini Bertugas Tanpa Sepasang Kaki
Aipda Beni Hendrik Hernawan (Foto: Baban Gandapurnama/detikcom)
Bandung - Aipda Beni Hendrik Hernawan menerawang ke masa sepuluh tahun silam. Dia menyimpan kisah tragis lantaran mengalami kecelakaan yang nyaris merengut nyawa. Akibat insiden tersebut, Beni harus kehilangan sepasang kaki. Meski kini memiliki keterbatasan fisik, pria kelahiran Bandung 28 Juni 1977 tersebut tetap semangat bertugas.

"Saya punya prinsip kalau orang lain bisa, saya harus bisa juga. Walau kondisi saya sekarang seperti ini, jangan kalah sama polisi berfisik normal," kata Beni usai menghadiri acara Hari Bakti Pemasyarakatan di Lapas Wanita Bandung, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Selasa (28/4/2015).

Bapak dua anak ini sekarang berdinas sebagai Administrasi Lalu Lintas di Polsek Rancaekek yang bernaung dalam Polres Bandung. Dia setiap harinya datang ke kantor menggunakan kursi roda.

Beni bercerita kenangan getir pada 28 November 2005. Malam itu, sekitar pukul 23.00 WIB, Beni bergabung Unit Laka Polres Bandung mendapat informasi kecelakaan melibatkan truk dan mobil Chevrolet di Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

"Kebetulan piket, saya dan seorang teman langsung menuju tempat kejadian," kata Beni.

Memasuki pergantian hari, Beni meminta mobil derek segera mengevakuasi truk agar tidak menghambat arus lalu lintas lantaran menghalangi ruas jalan. Posisi dia berdiri di tengah truk dan mobil derek.

Tiba-tiba bus pariwisata jurusan Solo-Bandung dari arah Tasikmalaya ke Bandung melaju kencang dan menabrak bagian belakang truk. "Truk terdorong sehingga kedua kaki saya terjepit di antara truk dan mobil derek. Kedua kaki remuk," ujarnya.

"Kondisi saya sadar. Setelah itu dibawa ke RS Cicalengka, lalu dirujuk ke RS Halmahera Bandung," ucap Beni menambahkan.

Rasa sakit luar biasa menerpanya. Luka parah menimpa Beni harus segera mendapat tindakan medis. Dia menjalani operasi di RS Halmahera. Dokter mengambil keputusan untuk mengamputasi kaki kiri Beni. "Beberapa minggu kemudian, saya meminta agar dokter mengamputasi kaki kanan. Sebab kondisi kaki kanan sudah parah dan bengkak, bahaya juga kalau tidak diamputasi," tuturnya.

Selama 40 hari terbaring di RS Halmahera, Beni pindah perawatan ke RS Sartika Asih Bandung. "Setelah itu saya 1,5 tahun tak kerja karena masih tahap penyembuhan," ujar Beni.

Dia kembali dinas pada 2007. Beni sempat tugas di Samsat Rancaekek. Sejak 2010 lalu Beni pindah dinas ke Polsek Rancaekek. "Sekarang saya tinggal di asrama polisi Rancaekek. Enggak jauh jarak asrama ke kantor, cuma sekitar 20 meter. Biar dekat dan enggak repot. Kalau istri dan anak saya rumahnya di Cileunyi," ucap bapak dua anak ini.

(bbn/try)


Berita Terkait