Mengaku Jengkel Kerap Dipalak, PKL Bunuh Tukang Parkir di Jl Malioboro Yogya

Mengaku Jengkel Kerap Dipalak, PKL Bunuh Tukang Parkir di Jl Malioboro Yogya

- detikNews
Selasa, 28 Apr 2015 11:31 WIB
Mengaku Jengkel Kerap Dipalak, PKL Bunuh Tukang Parkir di Jl Malioboro Yogya
(Foto: Edzan Raharjo/detikcom)
Yogyakarta - Aksi pembunuhan terjadi di jalan Malioboro Yogyakarta. Peristiwa pembunuhan terjadi antara Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan tukang parkir yang biasa mangkal di jalan Malioboro Yogyakarta, Selasa (28/4/2015).

Korban pembunuhan adalah tukang parkir yang mangkal di depan DPRD DIY jalan Malioboro bernama Krisna Dwi Anggoro (33), warga Pringgokusuman, Gedongtengen, Yogyakarta. Sementara pelaku pembunuhan PKL yang berjualan dompet, tas dan ikat pinggang bernama Agus Pongky (33) warga Ngawi Jawa Timur. Antara korban dan pelaku sudah saling kenal. Peristiwa pembunuhan terjadi tepatnya di Jalan Malioboro di tikungan jalan Perwakilan sebelah selatan DPRD DIY.

Wakapolresta Yogyakarta, AKBP Mujiyono mengatakan, kejadian berawal saat korban mengajak pelaku makan, kemudian terjadi kesalahpahaman. Pelaku sering ditarik uang parkir. Pelaku marah dan mengambil batu ukuran lumayan besar, kemudian memukul kepala korban hingga 5 kali. Korban terjatuh dan meninggal di lokasi. Korban dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelaku sempat berusaha kabur, namun sekitar 1 jam dari kejadian pelaku ditangkap di jembatan Kleringan saat akan melarikan diri. Saat itu tangan pelaku berlumuran darah, sehingga mencurigakan dan dilakukan penangkapan," kata Mujiyono di Polresta Yogyakarta.

Pelaku masih dalam penyidikan polisi. Untuk sementara motifnya karena jengkel. Pelaku mengambil batu sungai yang ada di sekitar lokasi kejadian dan memukulkan ke kepala korban. Pelaku diancam pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.

Sementara itu, pelaku pembunuhan Agus yang berlumuran darah di tanganya terlihat membersihkan darah di kamar mandi Reskrim Polresta Yogyakarta. Sambil membersihkan tanganya, pelaku mengatakan jengkel karena sering dipalak korban. Saat kejadian itu, pelaku diminta untuk membayari korban makan bubur ayam. Namun pelaku sedang tidak ada uang karena jualannya lagi sepi.


(try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads