Jahatnya Dampak Narkotika: Kecanduan, Keluarga Hancur hingga Kematian

Jahatnya Dampak Narkotika: Kecanduan, Keluarga Hancur hingga Kematian

- detikNews
Selasa, 28 Apr 2015 11:19 WIB
Jahatnya Dampak Narkotika: Kecanduan, Keluarga Hancur hingga Kematian
ilustrasi (dok.detikcom)
Jakarta - Dalam hitungan jam, dikabarkan jaksa akan mengeksekusi mati 9 gembong narkoba di Pulau Nusakambangan. Presiden Joko Widodo menyatakan vonis mati dilaksanakan karena tiap hari 50 orang Indonesia mati karena narkotika.

detikcom banyak menerima cerita-cerita pilu dampak narkotika dari para pembaca. Sebagaimana dirangkum detikcom, Selasa (28/4/2015), seorang warga Cirebon, Jawa Barat, Barli Halim, pernah menceritakan adiknya berinisial RP (21) menghabiskan harta benda milik keluarga. Bahkan mobil pun digadaikan demi menenggak barang haram itu. Alhasil ia melaporkan adik kandungnya yang kecanduan sabu-sabu sendiri ke pihak berwajib.

"Tak ada rasa bersalah dan penyesalan dalam hati dan pikirannya karena syarafnya yang telah dirusak oleh barang tersebut. Malam ini saya sendiri yang telah membuat laporan kepada pihak berwajib untuk mengamankannya, untuk kami minta bantuan agar dapat diberikan shock terapi dan agar dapat direhabilitasi," tutur Barli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lain lagi cerita dari Yoan Pratama ketika orang yang dia sayangi terjerumus narkoba. Sang ayah tercinta meninggalkan Yoan dan keluarga.

"Ayah saya mungkin sampai sekarang masih menggunakan narkoba, semoga dengan adanya eksekusi mati ini beliau bisa sadar dan kembali untuk kami keluarganya," tutur Yoan kepada detikcom.

Lebih miris yang dialami oleh oleh Deffi Rahayu yang kehilangan adik satu-satunya di umur 30 tahun. Adiknya meninggalkan istri dan anak berumur 5 tahun. Adik Deffi meninggal di pangkuan ibunya di RS Fatmawati karena kecanduan narkotika. Sebelum masuk RS, ia pernah ditahan 1 tahun di LP Cipinang.

"Sedih untuk keluarga mereka (keluarga gembong narkoba yang dieksekusi mati), tapi lebih sedih untuk keluarga-keluarga korban narkoba. Semoga Allah memaafkan semuanya, Amin," cerita Deffi.

Bisnis narkoba telah menjerat siapa saja tanpa pandang bulu. Baik sebagai korban pemakai atau pun sebagai kaki tangan. Terbaru, seorang mantan petinggi BUMN bernama Jemani Ikhsan (63), ditangkap otoritas Thailand karena mencoba menyelundupkan 5,2 kg kokain seharga lebih dari Rp 6 miliar. Sejarah kariernya sebagai pekerja profesional yang pernah menduduki posisi-posisi strategis, seolah menguap begitu saja. Masa tuanya pun terancam habis di balik jeruji di negeri asing.

Dalam hitungan jam, para sindikat narkoba internasional akan dieksekusi mati di Pulau Nusakambangan hari ini. Dikabarkan 9 orang akan ditembak mati, mereka adalah:

1. WN Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso, kasus penyelundupan 2,6 kg heroin
2. WN Australia, Myuran Sukumaran, kasus penyelundupan 8,2 kg heroin
3. WN Ghana, Martin Anderson, kasus perdagangan 50 gram heroin
4. WN Spanyol, Raheem Agbaje Salami, kasus penyelundupan 5,8 kg heroin
5. WN Brasil, Rodrigo Gularte, kasus penyelundupan 6 kg heroin
6. WN Australia, Andrew Chan, kasus penyelundupan 8,2 kg heroin
7. WN Nigeria, Sylvester Obiekwe Nwolise, kasus penyelundupan 1,2 kg heroin
8. WN Nigeria, Okwudili Oyatanze, kasus perdagangan 1,5 kg heroin
9. WNI, Zainal Abidin, kasus 58 kg ganja


(asp/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads