Dialog akan berlangsung di negara bagian Washington DC, Missouri, dan New York dari tanggal 28 April-1 Mei 2015. Seluruh dialog tersebut dikemas dengan tema "Indonesia Update 2015: Prospect and Progress".
Kominfo menggandeng beberapa lembaga di AS, antara lain The United State-Indonesia Society (USINDO), Voice of America (VOA), Missouri School of Journalism, University of Maryland College Park, Persatuan Mahasiswa Indonesia di AS, dan komunitas pebisnis AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serial dialog tersebut juga akan membahas tentang potensi dan daya saing Sumber Daya Manusia Indonesia di luar negeri. Selama ini, peran orang Indonesia dalam komunitas global dirasa masih lemah. WNI yang bekerja di lembaga-lembaga internasional masih sangat minim.
"Contohnya di World Bank. Pemimpin tertingginya Ibu Sri Mulyani. Tapi di middle rank masih sangat kecil jumlahnya," ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo, Freddy H Tulung.
Beberapa pakar yang diundang juga akan akan membicarakan tentang perkembangan demokrasi di Indonesia. Khususnya tentang peran media massa dalam pemilu pada 2014 lalu. "Kita menyoroti perkembangan media sosial sebagai pendukung demokrasi," lanjut Freddy.
Tidak lupa, dialog juga akan menyinggung tentang bisnis dan ekonomi. Ke depan, menurut Freddy, bisnis antara Indonesia- Amerika diperkirakan meningkat. Baru-baru ini saja, sejumlah pebisnis asal melakukan investasi ke Indonesia dengan total US$ 61 miliar.
"Amerika Serikat jauh lebih familiar dibandingkan misalnya dengan Rusia. Investasi AS ke Indonesia baru-baru ini mencapai US$ 61 miliar," cetus Freddy.
(irw/fdn)










































